PERMATA Pertamina Wujudkan Desa Tangguh dan Mandiri di PALI
Poin Penting
|
KAB. PALI, investortrust.id - PT Pertamina EP (PEP) Adera Field terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertanian Mandiri untuk Desa Tangguh (PERMATA).
Program bertujuan untuk menjawab tantangan kemiskinan, ketahanan pangan, dan rendahnya produktivitas pertanian di Desa Pengabuan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Dalam data perusahaan, desa ini menghadapi kondisi sosial ekonomi yang cukup berat. Sebanyak 35,21% dari 1.366 kepala keluarga hidup dalam kemiskinan, sementara mayoritas petani hanya berpenghasilan Rp 45.000 - Rp 70.000 per hari.
Selain itu, panen juga kerap terganggu cuaca ekstrem, dan lebih dari 42% penduduk hanya lulusan SD, yang membatasi akses terhadap praktik pertanian modern. Dari situ, Pertamina menghadirkan Program PERMATA dengan tujuan menekan angka kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mewujudkan desa mandiri.
Program ini meliputi pelatihan pertanian modern seperti penggunaan irigasi tetes, pengolahan limbah, hingga pembuatan pupuk organik. Pjs Adera Field Manager, Mohamad Hafiz Alkaff mengatakan PERMATA fokus pada penguatan kelompok tani dan perempuan.
“Dari Pertamina, kami memfasilitasi penyediaan alat-alat pertanian dan melakukan pendampingan. Ke depan kami ingin meningkatkan efek pemasarannya agar bisa menjadi percontohan bagi lapangan lain,” ujarnya di Desa Pengabuan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Rabu (8/10/2025).
Baca Juga
Penopang Sumatra, Pertamina EP Zona 4 Catat Produksi LPG Naik Jadi 16.547 MT
Pertamina berharap inisiatif ini mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pengembangan varietas padi tahan iklim serta penerapan energi alternatif dari limbah jerami untuk mengoperasikan dry house, menggantikan ketergantungan pada listrik. Upaya tersebut diharapkan turut mendukung kemandirian pangan di wilayah PALI.
Manfaat program mulai dirasakan oleh salah satu Anggota Kelompok Tani Barokah, Sarbini yang menyebut pendampingan dari Pertamina mampu mendorong peningkatan produksi dan kemandirian benih.
“Kami berharap ke depan ada dukungan pengolahan tanah seperti traktor perahu untuk lahan berlumpur dalam. Kami juga sedang menyiapkan program mandiri benih agar petani tidak kesulitan setiap musim tanam,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Wanita Tani Selaras Alam, Herawati menyebut PERMATA membuka peluang ekonomi baru. Kelompoknya mengembangkan produk herbal dan pangan olahan dari tanaman obat keluarga, seperti puding daun kelor, kunyit instan, dan sirup rosela.
“Produk kami ini sudah mengantongi izin PIRT (edar) dan sertifikat halal. Ke depan kami menargetkan masuk ke ritel besar,” katanya.
Sekadar informasi, program PERMATA telah mencatatkan sejumlah capaian, antara lain peningkatan pendapatan 44 anggota, 12 anggota keluar dari kemiskinan, 36 produk layak jual dan legal, serta penurunan emisi karbon sebesar 12,15 ton CO₂e per tahun.
Dengan inovasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, Pertamina optimistis PERMATA menjadi model pemberdayaan desa yang tak hanya meningkatkan taraf hidup masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem pertanian berkelanjutan dan tangguh di PALI.

