Tak Sekadar Menambang, MIND ID Buktikan Laut Bisa Tetap Lestari
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Holding pertambangan MIND ID mengintegrasikan anggota grup untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang laut sebagai bagian wilayah operasional industri pertambangan dan jalur logistik, dengan tetap menjalankan program pemulihan ekologi untuk menjaga keberlanjutan ekosistem flora dan fauna laut.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyampaikan bahwa sebagai strategic holding, grup MIND ID tidak hanya memanfaatkan kawasan laut sebagai bagian operasional industri pertambangan dan pendukung bisnis perusahaan, tetapi menjalankan tanggung jawab menjaga kekayaan alam. Oleh karena itu, operasional dilaksanakan sesuai perizinan serta didukung komitmen pemulihan lingkungan.
Baca Juga
Tunjukkan Kinerja Positif, MIND ID Catat Pertumbuhan Laba 46%
"Kami percaya, memanfaatkan sumber daya mineral ini bukan berarti mengabaikan lingkungan, baik darat maupun laut. Justru, laut harus dijaga karena telah memberikan manfaat besar bagi Indonesia,” ujar Maroef dalam acara Kolaborasi dan Sinergi Grup MIND ID bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Jakarta, dikutip dalam keterangannya, Jumat (4/7/2025).
Maroef memastikan setiap operasional grup MIND ID dirancang dengan perencanaan matang dan pengawasan berkala, guna mencegah degradasi lingkungan. Perseroan juga proaktif berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP agar penciptaan nilai dalam pemanfaatan ruang laut serta upaya penjagaan ekologi laut dijalankan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Maroef menyampaikan salah satu bentuk komitmen Grup MIND ID terhadap pelestarian laut adalah melalui program Fishing Ground, yang bertujuan meningkatkan populasi ikan di wilayah pesisir.
Program ini diwujudkan dengan penurunan rumpon, yakni habitat buatan yang mendukung peningkatan biodiversitas laut. Pada 2024, sebanyak 133 rumpon telah diturunkan di perairan Provinsi Bangka Belitung dan telah memberi dampak positif pada peningkatan keberagaman hayati dan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
Selain itu, Grup MIND ID juga melaksanakan program penanaman mangrove untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Sepanjang 2024, lebih 56.500 bibit mangrove telah ditanam di Provinsi Bangka Belitung dan Sumatera Utara. Hutan mangrove yang ditanam ini, tidak hanya menjadi benteng alami dari abrasi dan intrusi air laut, tetapi juga habitat penting bagi biota laut.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP Kartika Listriana memaparkan Indonesia memiliki total luas 6,4 juta kilometer persegi perairan yurisdiksi nasional yang menyimpan potensi kekayaan alam keanekaragaman hayati laut 8.500 spesies marine mega-biodiversity, 50.875 km² terumbu karang, 2.935 km² padang lamun, dan 33.641 km² ekosistem mangrove.
Baca Juga
MIND ID Rombak Susunan Direksi & Komisaris Antam (ANTM), Pius Lustrilanang Jadi Komisaris
Indonesia juga memiliki 16 lokasi cagar biosfer dan taman bumi UNESCO di wilayah pesisir dan laut. Dengan besarnya kekayaan alam tersebut, nilai ekonomi kelautan diperkirakan mencapai US$ 3 hingga 6 triliun yang bersumber dari kekayaan sumber daya dan jasa ekosistem laut.
Kartika mengapresisasi Grup MIND ID yang berinisiatif terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan KKP, sehingga akan meningkatkan aspek tata kelola perusahan yang baik Grup MIND ID.
“KKP telah menerbitkan 46 persetujuan KKPRL (kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut) untuk Grup MIND ID dengan total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang terbayar mencapai Rp 165,33 miliar,” pungkasnya.

