Dari 1 Porsi ke Ratusan Piring, Warung Bakso Gito Bangkit Bareng Dompet Dhuafa
Poin Penting
|
SLEMAN, Investortrust.id – Dompet Dhuafa Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mengelola dana ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) secara amanah dan tepat sasaran. Memasuki milad ke-32 tahun dengan tema “Dompet Dhuafa Goes Communal Industry” usaha Bakso Cakruk CJDW milik Gito menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program ekonomi warung BERES (bersih, enak, sehat) yang dijalankan Dompet Dhuafa Yogyakarta.
Bakso mie ayam Cakruk CJDW, yang berlokasi di Jalan Godean, Sleman, Yogyakarta dikelola langsung Gito telah bergabung dalam program Ekonomi Warung BERES Dompet Dhuafa Yogyakarta pada 2017. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas UMKM kuliner agar memiliki standar kebersihan, kualitas rasa, dan kehigienisan yang layak sehingga semakin dipercaya masyarakat.
Baca Juga
Milad Ke-32 Dompet Dhuafa, FOZ Tekankan Urgensi Reformasi Ekosistem Zakat
Sebelum bergabung menjadi binaan Dompet Dhuafa, Gito mengakku berjualan tanpa memperhatikan kebersihan dan kualitas makanan. Usahanya sering sepi pembeli. "Pernah 1 hari dari pagi hingga siang, dagangan saya baru laku satu porsi," kata Gito dalam keterangannya, Kamis (3/7/2025).
Namun, sejak mengikuti pelatihan intensif Warung BERES selama setahun, Gito menyadari pentingnya menjaga kebersihan, kualitas rasa, kehigienisan, dan kehalalan makanan, serta mengelola keuangan dengan baik.
Dompet Dhuafa tidak hanya memberikan pelatihan dan pembinaan usaha, tetapi mendukung Gito dalam proses pembuatan sertifikat halal melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta menyediakan fasilitas kebutuhan wirausaha lainnya. Kini, dengan adanya sertifikat halal tersebut, Gito semakin yakin berwirausaha dan dipercaya konsumen.
Gito bersyukur kini usahanya berjalan lancar. Berkat binaan Dompet Dhuafa Yoyakarta perubahan besar terjadi ketika ia memutuskan pindah ke lapak dagang yang lebih strategis. Hasilnya, pendapatan usahanya meningkat hampir 10 kali lipat dibanding sebelumnya.
Baca Juga
Great Edunesia Dompet Dhuafa Jangkau 77.280 Penerima Manfaat Bidang Pendidikan
Saat ini, Bakso Cangkruk CJDW milik Gito buka mulai pukul 08.00 pagi dan kerap habis pukul 17.00. Ia mampu menjual 250 porsi mi ayam dan 400 porsi bakso setiap hari.
“Dahulu saya asal jualan saja, enggak mikir kebersihan. Setelah dibina Dompet Dhuafa, saya sadar kebersihan, kehalalan, dan pengelolaan keuangan itu penting. Alhamdulillah sekarang usaha saya berkembang pesat,” ujar Gito.
Imam Hidayat, selaku penanggung jawab program, menyampaikan kisah Gito adalah bukti nyata dana ziswaf dapat dikelola produktif untuk memberdayakan mustahik yang membutuhkan.

