Gandeng DEG Impulse, GGRP Targetkan Jadi Salah Satu Produsen Baja Paling Efisien di Asia
JAKARTA, investortrust.id - PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) jalin bekerja sama dengan DEG Impulse dan PT TÜV SÜD untuk mendukung upaya pengurangan emisi karbon. Melalui inisiatif ini, GRP dapat meningkatkan efisiensi energi pabrik, hingga menjadi salah satu pabrik baja paling efisien dalam hal energi di Asia.
Kerjasama strategis ini sekaligus mendukung target ambisius GRP mencapai target net zero pada tahun 2050. Hal ini sekaligus mendukung target transisi energi bersih yang dicanangkan Indonesia pada 2030.
Menurut Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA), konsumsi baja di Indonesia diperkirakan tumbuh 5,1% tahun 2025 hingga mencapai 19,2 juta ton. Melalui kerja sama dengan TÜV SÜD, GRP mencari cara untuk mengurangi emisi karbon dari penggunaan energi untuk memperkuat posisinya sebagai produsen baja rendah karbon terdepan.
Dipimpin para auditor energi internasional dari TÜV SÜD, kemitraan ini telah menyelesaikan audit energi komprehensif pada fasilitas produksi baja milik GRP yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Hasil audit diperlukan untuk mengungkapkan langkah konkret dalam meningkatkan efisiensi energi pabrik.
Kedua mitra kerjasama telah menganalisis penggunaan energi saat ini dan menemukan alternatif untuk mengurangi biaya penggunaan energi. Alternatif dimaksud seperti eksplorasi teknologi pembangkit listrik dari panas terbuang dan pemanasan awal (pre-heating) dari scrap sebelum diproses.
Baca Juga
Proses audit ini mendukung komitmen GRP untuk meningkatkan efisiensi energi di fasilitas pabrik dan hal operasional, dengan tujuan mengurangi semua emisi karbon operasional di pabrik GRP pada tahun 2030. Dengan langkah ini, GRP berada di jalur yang tepat dalam mencapai target net zero pada tahun 2050, sekaligus mendukung misi pemerintah Indonesia untuk mencapai net zero pada tahun 2060.
Peningkatan efisiensi energi GRP juga akan memberikan harga yang lebih kompetitif bagi konsumen. Harga yang kompetitif dapat memperluas akses konsumen terhadap baja rendah karbon berkualitas serta mendekarbonisasi rantai nilai.
Chairman Executive Committee GRP, Kimin Tanoto mengatakan, industri baja saat ini mengalami perubahan besar. Pemain yang tidak mengadopsi praktik transisi hijau tidak akan bertahan.
“Namun, transformasi besar-besaran tidak dapat terjadi dalam waktu singkat, itulah sebabnya GRP melakukan upaya-upaya yang dapat kami lakukan demi mencapai tujuan kami menjadi net zero pada tahun 2050. Visi kami untuk masa depan GRP terletak pada baja rendah karbon, dan transformasi efisiensi energi kami adalah salah satu representasi dari komitmen kuat kami dalam menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” jelas Kimin Tanoto.
Sebelumnya GRP sukses menggaet investasi pertama dari World Bank. Kesepakatan investasi dikukuhkan melalui penandatanganan perjanjian pembiayaan senilai hingga USD 60 juta dengan International Finance Corporation (IFC).
Pembiayaan dari IFC ini memungkinkan GRP menambah empat ahli dekarbonisasi yang akan memberikan saran dan membantu melaksanakan hasil audit efisiensi energi GRP. Peran para ahli akan mendukung tujuan dari GRP Net Zero Roadmap yang telah diluncurkan.
DEG Impulse, anak perusahaan DEG - Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH, memberikan kontribusi keuangan untuk menyelesaikan audit ini melalui fasilitas Business Support Services (BSS), yang didanai bersama oleh Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Republik Federal Jerman (BMZ). Proyek ini dipromosikan dengan dana BMZ untuk mendukung transisi ke masa depan rendah karbon.
Baca Juga

