Korporasi yang Tidak Mengimplementasikan Praktik ESG Bisa Diboikot Produknya, Ini Respons Ketua Umum Kadin
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan pandangannya terkait sejumlah korporasi yang produknya mulai diboikot karena tidak mengimplementasikan praktik environmental, social, and governance (ESG).
Seperti yang diketahui, dalam era di mana keberlanjutan dan tanggung jawab sosial semakin menjadi fokus utama dalam dunia bisnis, penting bagi sebuah perusahaan untuk mempertimbangkan dampak mereka terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola. Inilah mengapa konsep ESG menjadi semakin penting.
Sehubungan dengan hal tersebut, Anindya menilai bahwa hal ini perlu disikapi dengan bijak. Menurut Anindya, ESG ujungnya adalah value creation (penciptaan nilai), proses yang dilakukan oleh perusahaan untuk menciptakan produk atau layanan yang dianggap berharga oleh konsumen.
"Karena bagaimana juga, siapa sih yang tidak mau investasi di perusahaan yang lebih transparan, environmentally friendly, socially friendly, dan tata kelolanya bisa terlihat dengan baik. Jadi menurut saya ESG itu bukan hanya harus, tapi menguntungkan," ujar Anindya dalam kesempatan wawancara dengan investortrust.id di Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta, Minggu (22/9/2024).
Lebih lanjut, terkait industri hijau, CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) itu juga mengatakan bahwa kedepannya semua industri akan hijau.
"Seperti zaman dulu lah orang bilang ada industri digital. Sekarang mana ada industri yang tidak ada digitalnya. Nah ini persis dan menariknya, energi terbarukan atau green business energy, itu adalah konvergensi dari bukan hanya environmental, bukan juga hanya energi, tapi satu hal yang saya ingin highlight di sini, digital," ungkap Anindya.
Dengan demikian, Anindya menjelaskan bahwa setiap green industrialization (industrialisasi hijau) memiliki aspek hijau yang sangat besar. Terutama dengan penggunaan artificial intelligence (AI) dan semikonduktor yang chip-nya juga sangat cepat.
"Jadi kalau saya lihat, dengan mengembangkan ekonomi hijau ini, kita bisa memecahkan yang orang suka bilang trilema, antara energi, environmental, sama ekonomi. Nah itu kita bisa pecahkan bersama-sama," jelas Anindya.

