Menaker Ajukan Tambahan 150.000 Kuota Magang Nasional Tahun Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mengajukan penambahan 150 ribu kuota peserta Program Magang Nasional tahun ini. Usulan tersebut untuk memperluas akses pengalaman kerja, sekaligus menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja yang lebih siap kerja.
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, baru-baru ini, Yassierli mengeklaim bahwa minat masyarakat, terutama lulusan baru, terhadap program magang cukup tinggi.
“Program Magang Nasional saat ini masih dalam tahap pengusulan anggaran. Dengan dukungan dari Kementerian Keuangan dan Kemenko Bidang Perekonomian, kami berharap program ini bisa dilaksanakan sehingga harapan para calon peserta magang untuk memperoleh kesempatan ikut program ini dapat terwujud,” ujar Yassierli, dikutip pada Jumat (10/4/2026).
Menurut dia, pelaksanaan Program Magang Nasional 2026 tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta. Dengan begitu, program ini harus dirancang lebih merata agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah, mulai dari Indonesia bagian Barat, Tengah, hingga Timur.
“Dalam pelaksanaannya nanti, Kemnaker berkomitmen menjunjung prinsip pemerataan. Daerah dengan tingkat pengangguran yang tinggi diharapkan dapat memperoleh proporsi kuota magang yang lebih besar,” sambung Yassierli.
Baca Juga
Menaker Tegur Sejumlah Perusahaan Pelanggar Aturan Magang Nasional
Penambahan kuota ini dinilai penting, terutama bagi lulusan baru yang kerap terkendala minim pengalaman kerja. Di sisi lain, industri juga akan memperoleh talenta yang lebih siap dan relevan dengan kebutuhan lapangan.
Sejalan dengan pembahasan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, program ini juga dirancang sebagai langkah konkret untuk menekan angka pengangguran terbuka. Caranya, dengan fokus pada daerah berpengangguran tinggi serta sektor-sektor strategis yang membutuhkan tenaga kerja terampil.
“Kami pastikan bidang magang akan dibuat beragam, tidak terfokus pada satu sektor saja. Namun rencana ini masih dalam proses pembahasan lanjutan dan koordinasi lintas sektoral sebelum diputuskan secara final,” ujar Yassierli.
Melalui Program Magang Nasional 2026, pemerintah menargetkan semakin terbukanya akses pengalaman kerja, meningkatnya kesiapan lulusan memasuki pasar kerja, serta semakin kuatnya keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Baca Juga
Kemnaker Tindaklanjuti Dugaan Penyalahgunaan Program Magang Nasional

