Harga Emas Jatuh 3,6% Seusai Trump Janji Lanjutkan Serangan ke Iran
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas dunia melemah pada Kamis (2/4/2026) setelah dolar Amerika Serikat (AS) menguat dan harga minyak naik menyusul pernyataan Presiden Donald Trump bahwa AS akan melanjutkan serangan terhadap Iran. Situasi tersebut memicu kekhawatiran inflasi global dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan lebih tinggi lebih lama.
Harga emas spot turun 3,6% menjadi US$ 4.587,55 per ons setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam dua minggu pada sesi perdagangan sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS terkoreksi 2,7% menjadi US$ 4.679,70 per ons.
Penguatan dolar AS turut menekan logam mulia tersebut. Ketika dolar menguat, emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga permintaan global cenderung melemah.
Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger mengatakan pasar saat ini sangat mencermati perkembangan geopolitik yang dipicu pernyataan Trump. “Pasar sangat fokus pada komentar Trump, yang sejauh ini hanya memberikan sedikit tanda penyelesaian cepat terhadap situasi energi,” kata Meger dikutip CNBC.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Naik Tembus Rp 2,9 Juta, Geopolitik Jadi Pemicu
Menurut dia, kondisi tersebut ikut menekan harga emas dan perak karena peluang penurunan suku bunga menjadi semakin kecil.
Trump dalam pidato yang disiarkan televisi mengatakan militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran. Namun, ia tidak memberikan jadwal pasti kapan konflik yang telah berlangsung sekitar satu bulan itu akan berakhir. Trump juga menyatakan bahwa AS akan terus menggempur Iran hingga negara tersebut “kembali ke Zaman Batu”.
Pernyataan tersebut mendorong harga minyak global naik. Lonjakan harga energi biasanya berdampak pada inflasi yang lebih luas karena meningkatkan biaya produksi dan transportasi. Situasi ini dapat membuat bank sentral menahan diri untuk menurunkan suku bunga.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, logam mulia tersebut cenderung kurang menarik ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.
Sejak konflik Iran dimulai pada 28 Februari, harga emas spot telah turun sekitar 13%.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh laporan bahwa cadangan emas bank sentral Turki menyusut signifikan. Dalam sepekan terakhir, cadangan emas negara tersebut turun 69,1 metrik ton menjadi 702,5 ton.
Baca Juga
Dengan demikian, total penurunan dalam dua minggu terakhir mencapai lebih dari 118 ton, seiring langkah otoritas Turki meredam gejolak pasar akibat perang.
Sementara itu, dinamika permintaan fisik di Asia menunjukkan arah yang beragam. Di India, harga emas diperdagangkan dengan premi untuk pertama kalinya dalam dua bulan setelah penurunan harga memicu peningkatan permintaan konsumen.
Sebaliknya, di China premi emas sedikit melemah karena pembeli memilih menunggu koreksi harga yang lebih dalam sebelum kembali masuk ke pasar.

