Forum Bisnis Indonesia-Korea Sepakati 17 MoU Senilai US$ 10,2 Miliar, Anindya Bakrie: Meningkatkan FDI hingga Lapangan Kerja
Poin Penting
|
SEOUL, Investortrust.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul dan Korea Chamber of Commerce and Industry (KCCI) menyelenggarakan Indonesia–Korea Business Forum bertajuk “Partnership for Resilient Growth” pada Rabu (1/4/2026) di Shilla Hotel, Seoul, Korea Selatan.
Dalam forum tersebut, disepakati 17 Nota Kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Korea Selatan dengan total nilai investasi mencapai US$10,2 miliar. Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, yang hadir mewakili Presiden RI, Prabowo Subianto.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa Korea Selatan merupakan mitra strategis bagi Indonesia. Hal ini tercermin dari nilai perdagangan kedua negara yang mencapai lebih dari US$18 miliar pada 2025, serta realisasi investasi sebesar US$28,1 miliar dalam empat tahun terakhir.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia mendorong pertumbuhan inklusif, transformasi industri, dan keterlibatan global yang lebih kuat,” ujar Anindya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea memiliki potensi besar untuk meningkatkan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI), memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan devisa negara.
“Ini merupakan potensi untuk meningkatkan foreign direct investment, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan perdagangan yang dapat mendatangkan devisa,” lanjutnya.
Baca Juga
RI Kantongi 17 Kesepakatan Bisnis dengan Korsel Senilai Lebih Dari Rp 173 Triliun, Ini Daftarnya
Selain sektor industri, Anindya juga menyoroti perkembangan kerja sama di bidang industri kreatif, termasuk meningkatnya popularitas budaya Korea seperti drama dan musik K-pop di Indonesia, yang turut memperkuat hubungan kedua negara.
“Bagi penggemar Korean drama dan K-pop, itu merupakan contoh nyata kerja sama di industri kreatif. Selain itu, kolaborasi juga berkembang di sektor industrialisasi, ketahanan pangan, dan energi,” jelasnya.
Ia berharap, di tengah ketidakpastian global, kedua negara tetap optimistis dan mampu memperkuat kerja sama jangka panjang demi kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan di tengah ketidakpastian global saat ini, kita dapat terus menemukan peluang agar Indonesia tetap maju dan masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya.
Sebanyak 17 MoU yang disepakati dalam forum ini mencakup berbagai sektor strategis, antara lain energi, manufaktur industri, hilirisasi, serta ekonomi digital. Beberapa kerja sama penting melibatkan Kadin dan KCCI, Danantara dengan berbagai lembaga keuangan Korea, proyek energi baru dan terbarukan, pengembangan material baterai, hingga kerja sama teknologi rendah karbon dan carbon capture and storage (CCS).
Forum bisnis ini berfokus pada identifikasi proyek strategis, peningkatan kesiapan proyek, kepastian investasi, serta percepatan industrialisasi berkelanjutan yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional kedua negara.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan, dengan tujuan mendorong pemanfaatan Indonesia–Korea Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) serta memperkuat kemitraan strategis kedua negara.
Turut hadir dalam forum tersebut sejumlah pejabat dan pelaku usaha, antara lain Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani, Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir, serta jajaran pengurus Kadin Indonesia.

