Bagikan

PLN Siagakan 439 SPKLU di Jalur Mudik Jatim-Bali pada Lebaran 2026

Poin Penting

PLN menyiagakan 439 SPKLU di jalur mudik Jawa Timur hingga Bali untuk pengguna kendaraan listrik.
Pengguna EV saat Lebaran 2026 diproyeksikan naik hingga 60 persen seiring meningkatnya kepercayaan publik.
SPKLU ditempatkan strategis dengan jarak sekitar 22 kilometer guna memastikan perjalanan aman dan nyaman.

JAKARTA, investortrust.id – PT PLN (Persero) menyiagakan sebanyak 439 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di sepanjang jalur mudik Jawa Timur hingga Bali guna menopang kelancaran perjalanan pengguna kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pada momen mudik Lebaran Idulfitri 2026 M/1447 H. K

Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menegaskan kesiapan tersebut merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang aman, nyaman dan bebas dari rasa khawatir akan kehabisan daya di tengah perjalanan.

Baca Juga

Infrastruktur Kendaraan Listrik Makin Masif, SPKLU Naik 44% Tembus 4.655 Unit

“PLN telah melakukan persiapan secara menyeluruh sejak jauh hari. Kami menyiagakan seluruh infrastruktur pengisian daya di jalur mudik Jawa Timur hingga Bali berada dalam kondisi optimal dan siap melayani kebutuhan pemudik EV selama 24 jam tanpa henti,” ujar Adi, Kamis (19/3/2026).

Sejalan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, PLN memproyeksikan jumlah pengguna EV pada periode mudik tahun ini akan tumbuh hingga 60% dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini menjadi sinyal kuat bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia kian matang dan semakin diterima luas oleh masyarakat.

Ilustrasi SPKLU. Dok PLN

Untuk menjawab pertumbuhan tersebut, PLN tidak hanya menambah jumlah SPKLU, tetapi menempatkannya secara strategis di titik-titik dengan tingkat okupansi tinggi, seperti rest area jalan tol, jalur penghubung antarkota, hingga akses menuju pelabuhan penyeberangan.

Jarak antar-SPKLU pun dirancang dalam rentang ideal sekitar 22 kilometer, sehingga pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran kehabisan daya.

“Dengan persebaran SPKLU yang semakin luas dan terencana, pengguna kendaraan listrik kini memiliki fleksibilitas lebih dalam merencanakan perjalanan, sekaligus mendapatkan kepastian akses terhadap pengisian daya di sepanjang rute mudik,” sebut Adi.

Baca Juga

Mudik Pakai Mobil Listrik Tak Perlu Khawatir, 1.681 SPKLU Tersedia di 994 Lokasi

Lebih jauh, penguatan infrastruktur kendaraan listrik ini tidak hanya fokus pada aspek layanan, tetapi menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendorong transisi energi nasional.

Di tengah dinamika global, kendaraan listrik dipandang sebagai solusi strategis untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Penggunaan kendaraan listrik bukan hanya memberikan efisiensi dan kenyamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan tangguh,” ucapnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024