PLN Pastikan Pasokan Listrik dan SPKLU Siap Saat Mudik
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka Posko Nasional sektor energi untuk periode Ramadan dan Idulfitri 2026 guna memastikan pasokan listrik, bahan bakar, dan energi lainnya tetap aman selama periode mudik Lebaran. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyatakan siap menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus memperkuat infrastruktur pengisian kendaraan listrik bagi pemudik.
Posko yang akan beroperasi hingga 31 Maret 2026 itu sebagai pusat koordinasi untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar di seluruh Indonesia.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung mengatakan posko tersebut berperan penting dalam memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat selama periode mobilitas tinggi.
“Untuk kelancaran posko Ramadan dan Idulfitri ini, yang utama itu adalah bagaimana keselamatan dan kenyamanan masyarakat, tentu ini kita perlu pastikan, dan juga energi secara cukup dan juga dapat diakses oleh semua pihak tanpa kecuali, ini jadi bagian pengawasan yang kita lakukan,” tegas Yuliot dikutip Sabtu (14/3/2026).
Baca Juga
143 Juta Pemudik Diprediksi Bergerak, ESDM Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM RAFI 2026 Erika Retnowati menambahkan bahwa koordinasi antarinstansi menjadi kunci agar potensi gangguan pasokan energi dapat diantisipasi lebih awal.
Sistem Kelistrikan Nasional Siap
Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Darmawan Prasodjo mengatakan perusahaan telah memastikan sistem kelistrikan nasional berada dalam kondisi aman selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Ia menjelaskan bahwa beban puncak listrik nasional selama Rafi 2026 diproyeksikan mencapai 47,20 gigawatt, sementara daya mampu pasok pembangkit mencapai 51,61 gigawatt. Dengan demikian, terdapat cadangan daya sekitar 4,41 gigawatt atau sekitar 9,3%.
“Kami tidak hanya menjaga pasokan listrik secara agregat nasional, tetapi juga memastikan setiap sistem dan subsistem kelistrikan hingga ke level regional dan lokal dalam kondisi yang aman dan andal,” ujar Darmawan.
Untuk menjaga keandalan tersebut, PLN menyiagakan sekitar 72.000 personel yang tersebar di 4.137 posko siaga di seluruh Indonesia. Personel tersebut dilengkapi berbagai peralatan pendukung, antara lain 2.005 unit generator set, 773 unit uninterruptible power supply (UPS), 1.349 unit gardu bergerak, 429 unit truk crane, 4.901 mobil operasional, serta 4.594 sepeda motor operasional
SPKLU Diperbanyak
Selain menjaga pasokan listrik, PLN juga memperkuat infrastruktur kendaraan listrik untuk mengantisipasi peningkatan pengguna mobil listrik selama musim mudik Lebaran.
Darmawan menjelaskan bahwa jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik diproyeksikan meningkat signifikan pada Idulfitri tahun ini. Jumlahnya diperkirakan bertambah hampir 10.000 kendaraan sehingga total pemudik kendaraan listrik diprediksi mencapai lebih dari 23.000 kendaraan, meningkat sekitar 1,6 kali lipat dibandingkan Idulfitri 2025.
Baca Juga
Punya Mobil Listrik? Kenali 4 Jenis 'Charger' Ini Biar Enggak Salah Isi Daya
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PLN menyediakan 1.681 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di 994 lokasi sepanjang jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, hingga Bali. Jumlah tersebut meningkat sekitar 1,7 kali lipat dibandingkan periode Idulfitri tahun sebelumnya.
“Tak hanya di jalur utama mudik, secara nasional PLN bersama mitra telah menyiapkan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik strategis di seluruh Indonesia,” jelas Darmawan.
Untuk mendukung operasional SPKLU selama periode mudik, PLN juga menyiapkan 15 unit SPKLU Mobile serta lebih dari 5.000 personel yang bersiaga selama 24 jam.

