Anindya Bakrie Kumpulkan Pengusaha Kadin, Bahas Dampak Perang Timur Tengah
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengumpulkan para pengusaha lokal dalam agenda rapat harian pengurus Kadin di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (4/3/2026). Ia menyebut agenda kali ini membahas mengenai dampak gejolak kawasan Timur Tengah terhadap perekonomian Indonesia.
"Jadi memang rapatnya berlangsung tiga jam dan secara langsung kami menindaklanjuti juga silaturahmi dan arahan Pak Presiden waktu itu dua hari yang lalu mengenai situasi geopolitik dan dampaknya bagi Indonesia. Tentu kami dari Kadin fokusnya kepada ekonomi dan dunia usaha," kata Anindya ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (4/3/2026).
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Bakrie Hadiri Pertemuan Prabowo dengan para Mantan Presiden dan Wapres
Menurut Anindya, pemerintah dan pengusaha dalam negeri meyakini perang yang saat ini terjadi di Timur Tengah dapat berlangsung lebih lama dari yang sebelumnya sudah diprediksi. Bahkan ia memperkirakan perang tersebut dapat berlangsung lebih dari 4-5 pekan.
Oleh karena itu, Anindya Bakrie mendorong pemerintah dan pengusaha dapat mengantisipasi dampak yang ditimbulkan oleh gejolak tersebut terhadap perekonomian Indonesia. Ia menyebut, salah satu yang harus diperhatikan adalah bagaimana Indonesia dapat memastikan keberlangsungan ketahanan energi di tengah ancaman kenaikan harga minyak dunia.
"Saya mengerti bahwa dari sisi pemerintah sudah melakukan rapat bagaimana untuk melakukan analisa terhadap harga BBM. Tetapi juga (menjaga harga) LPG dan LNG yang langsung sampai kepada masyarakat," ujarnya.
Selain energi, Kadin juga menyoroti pentingnya untuk mewujudkan ketahanan pangan dan menjaga kestabilan nasional di tengah situasi global yang bergejolak.
Baca Juga
Soal Tarif Resiprokal AS 15%, Anindya: Perdagangan RI–AS Tidak Akan Lebih Jelek
Anindya dalam kesempatan itu juga membocorkan arahan Prabowo dalam pertemuan bersama para tokoh bangsa pada Selasa (3/3/2026) lalu. Secara khusus, Prabowo menitipkan pesan agar para pemimpin politik hingga kelompok pengusaha dapat bersatu untuk tetap menjaga kestabilan nasional.
"Ada kepercayaan bahwa pemerintah dan swasta bisa bersama-sama menghadapi ini semua. Tapi saya tidak menafikan bahwa tantangan yang mesti dijaga adalah menjaga lapangan kerja dan juga menjaga teman-teman UMKM kita yang merupakan pengusaha-pengusaha garda terdepan," ungkapnya.

