Emas Antam (ANTM) Menguat Rp 40.000 Dipicu Hal Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Sabtu (28/2/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 3,085 juta atau naik Rp 40.000 dari Jumat (27/2/2026) Rp 3,045 juta per gram didorong ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta turunnya imbal hasil obligasi Pemerintah AS.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,864 juta atau naik Rp 40.000 dari sebelumnya Rp 2,824 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang naik mendekati level tertinggi dalam satu bulan pada Jumat (27/2/2026) dan mencatat kenaikan selama tujuh bulan berturut-turut,
Kenaikan tersebut terjadi setelah mediator Oman melaporkan kemajuan dalam pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran pada Kamis (26/2/2026), meski negosiasi berakhir tanpa terobosan yang dapat mencegah potensi serangan militer. Di saat bersamaan, imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke level terendah dalam tiga bulan, sehingga menurunkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga
Harga emas spot naik 0,8% menjadi US$ 5.230,56 per ons, sempat menyentuh level tertinggi sejak 30 Januari pada awal sesi. Sepanjang Februari, harga telah menguat 7,6%. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup naik 1% ke level US$ 5.247,90 per ons.
Ketegangan meningkat setelah Kedutaan Besar AS di Yerusalem mengizinkan staf non-esensial dan keluarga mereka meninggalkan Israel dengan alasan risiko keamanan. Langkah itu memperkuat sentimen pasar bahwa eskalasi konflik dapat terjadi sewaktu-waktu.
Di sisi lain, penurunan imbal hasil obligasi Pemerintah AS turut menopang harga emas. Ketika imbal hasil turun, emas menjadi lebih menarik karena investor tidak kehilangan potensi pendapatan bunga yang signifikan. Streible memperkirakan target kenaikan harga emas berikutnya berada di kisaran US$ 5.450 dengan level support kunci di dekat US$ 5.120.
Tekanan inflasi juga menjadi faktor pendukung. Data menunjukkan harga produsen AS pada Januari meningkat lebih tinggi dari perkiraan, memberi sinyal inflasi berpotensi menguat dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi ini mendorong spekulasi bahwa kebijakan suku bunga dapat berubah.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang sekitar 42% bagi bank sentral AS untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juni. Ekspektasi pelonggaran moneter biasanya memperkuat emas karena menurunkan imbal hasil riil.
Baca Juga
Daftar Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini di Pegadaian, 'Buyback' Sentuh Rp 2,872 Juta
Permintaan fisik juga menunjukkan penguatan. Data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong mencatat impor emas bersih Tiongkok melalui Hong Kong pada Januari melonjak 68,7% dibanding Desember. Tiongkok merupakan salah satu konsumen emas terbesar di dunia.
Pada saat yang sama, bank sentral China mengambil langkah untuk menahan penguatan yuan dengan menghapus aturan cadangan risiko untuk kontrak berjangka valuta asing. Kebijakan tersebut mendorong pembelian dolar AS yang lebih besar dan berpotensi memengaruhi arus modal global.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,592 juta
- Emas 1 gram: Rp 3,085 juta
- Emas 2 gram: Rp 6,110 juta
- Emas 3 gram: Rp 9,140 juta
- Emas 5 gram: Rp 15,200 juta
- Emas 10 gram: Rp 30,345 juta
- Emas 25 gram: Rp 75,737 juta
- Emas 50 gram: Rp 151,395 juta
- Emas 100 gram: Rp 302,712 juta
- Emas 250 gram: Rp 756,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,512,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 3,025,600 miliar.

