Telkomsel Proyeksi Trafik Data Naik 11,1% Saat Lebaran 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Telkomsel (TSEL) memproyeksikan lonjakan trafik data nasional sebesar 11,1% selama periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2026 dibandingkan hari normal. Puncak payload diperkirakan mencapai 70,85 petabyte (PB) pada H-3 Lebaran.
Proyeksi tersebut juga sekitar 5% lebih tinggi dibanding Rafi 2025, mencerminkan pertumbuhan konsumsi layanan digital yang terus berlanjut. Trafik didorong aktivitas video streaming, komunikasi instan, gim, belanja online, dan media sosial sepanjang Ramadan.
Direktur Sales Telkomsel Stanislaus Susatyo mengatakan perseroan telah menyiapkan layanan dan jaringan secara menyeluruh. “Kami sudah siapkan layanan pelanggan yang siaga kapan pun pelanggan butuh, hadirkan ragam penawaran yang istimewa, sampai tingkatkan keandalan jaringan agar setiap pelanggan dapat beribadah dengan khusyuk dan bersilaturahmi dengan lancar,” ujar Susatyo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga
Telkomsel (TSEL) Nyatakan Siap Terapkan Registrasi SIM Biometrik
Secara regional, pertumbuhan tertinggi diproyeksikan terjadi di wilayah Jawa-Bali-Nusra dengan lonjakan hingga 17,82%. Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur menjadi kantong utama kenaikan trafik seiring perpindahan jutaan pelanggan dari Jabodetabek ke daerah tujuan mudik.
VP Global Network Operations Telkomsel Juanita Erawati menyebut perubahan perilaku digital turut membentuk pola trafik baru. “Kalau dahulu sahur dan buka itu waktu istirahat, sekarang jadi masa peak (puncak),” katanya di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Untuk menjaga kualitas layanan, Telkomsel mengoptimalkan 494 point of interest (POI) berbasis machine learning dengan akurasi 99% serta menerapkan autonomous network level 4 berbasis AI. Sistem ini memungkinkan deteksi dan perbaikan jaringan secara otomatis guna meminimalkan gangguan.
Dari sisi kapasitas, perseroan menyiagakan 45 unit Combat (compact mobile BTS) di titik berpotensi padat trafik dan melakukan drive test sepanjang 18.406 km. Langkah ini ditempuh untuk memastikan layanan suara dan data tetap stabil selama arus mudik dan balik.
Baca Juga
Telkomsel (TSEL) Soroti Dampak Biaya dan Tarif jika MK Wajibkan Rollover Kuota
Manajemen menegaskan lonjakan trafik dua digit tersebut menuntut investasi berkelanjutan. “Setiap tahun traffic naik, payload naik, itu artinya butuh biaya opex dan investasi terus-menerus,” ujar VP Mobile Consumer Business Strategy Telkomsel I Putu Endra Diputra.
Dengan proyeksi pertumbuhan tersebut, Rafi 2026 disebut menjadi momentum strategis bagi perusahaan pelat merah itu untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi kapasitas, efisiensi operasional dan keberlanjutan model bisnis.

