Legislator Soroti Dampak Rencana Impor Mobil Koperasi Merah Putih ke Industri Otomotif
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Komisi VI DPR Nevi Zuairina meminta pemerintah mengkaji ulang rencana impor mobil operasional untuk program Koperasi Merah Putih. Ia menilai kebijakan tersebut harus mempertimbangkan dampak terhadap industri otomotif nasional.
Nevi meminta PT Agrinas berhati-hati sebelum merealisasikan impor mobil untuk Koperasi Merah Putih tersebut.
“Setiap rencana impor harus tunduk pada ketentuan perundang-undangan serta prinsip perlindungan industri nasional,” kata Nevi dalam keterangan resmi, Senin (23/2/2026).
Baca Juga
Soal Impor Pikap dari India, Bos Agrinas Klaim Telah Beli 55.000 Unit dari Dalam Negeri
Menurutnya, rencana impor wajib mengacu pada regulasi industri dan tata kelola impor yang berlaku.
“Khususnya yang berkaitan dengan kebijakan industri nasional, perlindungan produksi dalam negeri, serta tata kelola impor,” tegasnya.
Politikus PKS itu menekankan impor kendaraan operasional seharusnya menjadi opsi terakhir.
“Impor kendaraan operasional seharusnya menjadi opsi terakhir atau last resort, bukan pilihan utama,” katanya.
Nevi merujuk Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 yang menegaskan komitmen penguatan industri nasional. Kebutuhan domestik harus diutamakan dipenuhi produk dalam negeri sepanjang kapasitas dan spesifikasi tersedia.
Selain itu, Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 juga mengatur keberpihakan pada produk lokal. Impor dibatasi untuk barang yang telah mampu diproduksi di dalam negeri.
Baca Juga
Ia menilai industri otomotif nasional memiliki kapasitas produksi signifikan, baik kendaraan penumpang maupun niaga ringan. Sejumlah pabrikan bahkan telah meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).
Komisi VI DPR juga mendorong audit kebutuhan dilakukan secara objektif dan transparan. Pemerintah diminta membuka hasil kajian ke publik sebelum mengambil keputusan impor.
Nevi menegaskan kebijakan ekonomi yang berpihak pada koperasi tidak boleh bertentangan dengan kepentingan industri nasional. Sinergi koperasi dan industri dalam negeri diyakini akan memperkuat ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

