Proyek ECRL Rampung Lebih Cepat, PLN Nusantara Power Perkuat Jejak Global di Malaysia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT PLN Nusantara Power (NP) mencatatkan prestasi internasional melalui anak usahanya, PT PLN Nusantara Power Construction (NPC), dengan keberhasilan menyelesaikan proyek elektrifikasi feeder station East Coast Rail Link (ECRL) di Tunjung, Kelantan, Malaysia. Proyek tersebut rampung pada 15 Januari 2026, lebih cepat 15 hari dari target akhir Januari.
Penyelesaian lebih awal ini mendapat apresiasi dari tenaga switchgear (TSG) sebagai project delivery partner serta Tenaga Nasional Berhad selaku pemilik jaringan. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi PLN Nusantara Power Group dalam ekspansi proyek elektrifikasi infrastruktur transportasi berkelanjutan di pasar global.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menegaskan keberhasilan tersebut menjadi bukti kompetensi engineering dan konstruksi ketenagalistrikan Indonesia di level internasional.
Baca Juga
Nyalakan 99,97% Listrik Sumatra, PLN Ungkap Pemulihan Terkendala Longsor Susulan
“Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional,” ujar Ruly dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
Sementara itu, Direktur Utama PLN NPC Djarot Hutabri menyampaikan bahwa proyek ini merupakan proyek luar negeri pertama PLN NPC yang menjadi fondasi ekspansi global perusahaan.
“Capaian ini mencerminkan kapabilitas, profesionalisme, dan komitmen seluruh insan PLN NPC dalam menghadirkan layanan konstruksi ketenagalistrikan andal, tepat waktu, dan berstandar global. Apresiasi dari TSG dan TNB menjadi bukti bahwa kami mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis,” kata Djarot.
Dalam proyek ini, PLN NPC melaksanakan design and build untuk elektrifikasi ECRL feeder station yang mencakup pembangunan 132 kV switching station, instalasi overhead transmission line (OHL) dan underground cable sepanjang 3 km, serta pekerjaan pendukung lainnya.
Proyek ini merupakan bagian sistem elektrifikasi jalur ganda sepanjang 665 km yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan.
Baca Juga
PLN–PGE (PGEO) Perkuat Aliansi Panas Bumi, Lahendong Jadi Motor Transisi Energi
ECRL merupakan proyek kereta api listrik yang sepenuhnya menggunakan tenaga elektrik untuk operasional penumpang dan kargo. Jaringan ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 1 juta ton CO2 per tahun setelah beroperasi pada 2027, sekaligus memperkuat konektivitas antara Pantai Timur dan wilayah tengah Semenanjung Malaysia.
Sebagai bagian konsorsium EPCC, PLN NP berperan dalam pengadaan peralatan utama, sementara PLN NPC mengeksekusi pekerjaan konstruksi dan komisioning. Proyek ini berlangsung sejak Juni 2024 dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada 2026.

