Danantara Bidik Proyek 'Waste to Energy' Terintegrasi Permukiman
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membidik pengembangan proyek waste-to-energy (WtE) yang dapat terintegrasi dengan kawasan permukiman. Skema ini dinilai memungkinkan diterapkan dengan dukungan teknologi yang mampu meminimalkan dampak lingkungan.
CEO Danantara, Rosan P Roeslani menyampaikan, pihaknya telah benchmarking sejumlah proyek serupa di berbagai negara sebagai referensi pengembangan di dalam negeri.
Baca Juga
Ini 5 Perusahaan Asal China yang Lolos Tender Proyek Waste-to-Energy Danantara
“Ini ada beberapa contoh saja, nanti bentuk-bentuknya (proyek waste-to-energy) kira-kira seperti ini. Berikut ini contoh yang sudah ada di China, di Thailand dan beberapa negara lainnya. WtE ini di banyak negara kebetulan kami sudah mengunjungi langsung, itu banyak di daerah perumahan, karena tidak ada baunya sama sekali, malah ada taman bacaan anak-anak,” kata Rosan dalam Indonesia Economic Forum 2026 di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).
Ia menambahkan, penerapan teknologi WtE yang mengolah sampah tanpa menimbulkan bau dapat menjadi fasilitas umum (fasum) di sekitar area hunian. Menurut Rosan, hal ini menjadi bagian dari upaya mengedukasi masyarakat bahwa sampah masih dapat dimanfaatkan melalui teknologi yang tepat.
“Ini yang kita ingin ceritakan sehingga sampah yang sudah lalu pun itu masih bisa dipakai atau masih bisa di-absorb dengan teknologi ini,” jelas dia.
Rosan mengharapkan, program WtE tidak hanya berkontribusi terhadap penyediaan energi listrik ramah lingkungan, tetapi memberikan dampak lebih luas terhadap kesehatan dan lingkungan.
Baca Juga
"Jadi, program waste-to-energy ini mempunyai dampak yang sangat-sangat positif, kita tidak hanya melihat dari energi listriknya, justru dampak environment, health, sebenarnya lebih penting dan kita dapat melakukan itu semua dengan adanya program waste-to-energy ini,” pungkasnya

