Awal Tahun Positif, Produksi Migas Pertamina EP Sangasanga Tembus 104,02% Target
Poin Penting
|
SANGASANGA, Investortrust.id - Produksi minyak dan gas (migas) lapangan Sangasanga Kalimantan Timur, milik PT Pertamina EP pada awal 2026 atau hingga akhir Januari tahun ini mencatatkan kinerja di atas target perusahaan dengan capaian 104,02% dari rencana kerja. Kinerja ini dinilai penting karena menopang ketahanan energi nasional di tengah tantangan penurunan produksi alamiah lapangan migas tua.
"Kinerja tersebut melampaui target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) sekaligus mempertahankan tren produksi positif sepanjang 2025," kata Senior Manager PEP Sangasanga Field Sigid Setiawan dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Dia mengatakan, lapangan yang dikelola merupakan brown field atau lapangan tua yang secara alami menghadapi penurunan produksi. "Langkah strategis perusahaan dengan inovasi dan teknologi berhasil mendorong akumulasi produksi bulan berjalan (month to date/ MTD) hingga 31 Januari 2026 mencapai 5.257 barel per hari (bph),” ungkap Sigid.
Baca Juga
Pertamina Sangsanga Temukan Minyak 520 Bph di Area Sumur Lama Kutai Kartanegara
Ia menuturkan realisasi produksi sepanjang 2025 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi minyak tumbuh 10% dan gas bumi naik 11,4%. “Berbagai tantangan dan kompleksitas pengelolaan brown field tidak melunturkan semangat para pekerja untuk mencapai target yang ditetapkan dengan menerapkan inovasi dan optimalisasi,” jelasnya.
Perusahaan menilai inovasi teknologi menjadi faktor utama untuk menjaga stabilitas produksi. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen subholding hulu migas dan PT Pertamina (Persero) dalam menjaga pasokan energi nasional.
“Pada awal Januari lalu, misalnya, kami berhasil mengebor sumur pengembangan NKL-1183 yang berkontribusi menambah produksi minyak sebesar 420 bph sehingga produksi lapangan berhasil menyentuh 5.875 bph,” ujar Sigid.
Selain produksi minyak, kinerja penjualan gas juga menunjukkan peningkatan. Realisasi penjualan mencapai 5,44 juta kaki kubik per hari atau setara 108,8% dari target perjanjian jual beli gas (PJBG).
Baca Juga
Pertamina Jaga Pasokan Energi dan Salurkan Bantuan untuk 191.000 Korban Bencana Sumatra
Optimalisasi juga dilakukan pada sistem kelistrikan wilayah Selatan Mahakam (SMHK). Perusahaan memanfaatkan gas engine genset (GEG) untuk menekan risiko gangguan listrik di fasilitas produksi. “Perusahaan berhasil menurunkan kejadian blackout akibat trip listrik, atau pemutusan arus otomatis oleh sistem proteksi saat terjadi gangguan,” imbuhnya.
Kinerja tersebut memperkuat optimisme perusahaan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas di tengah tantangan teknis lapangan tua. Upaya peningkatan produksi dinilai memberi kontribusi nyata bagi pemenuhan kebutuhan energi nasional serta mendukung agenda ketahanan energi pemerintah.
Lapangan Sangasanga merupakan bagian dari Zona 9 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan yang berada di bawah pengelolaan PT Pertamina Hulu Indonesia.

