PGN (PGAS) Siap Serap BioCNG dari Limbah Sawit Sebesar 142.450 MMBTU
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kian memantapkan langkah memperluas portofolio energi rendah karbon melalui optimalisasi BioCNG. Melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), subholding gas Pertamina ini siap menjadi offtaker utama BioCNG dari fasilitas produksi sekitar 142.450 MMBTU per tahun yang dikembangkan KIS Group bersama AEP Group di Tapung Hilir, Kampar, Riau.
Proyek strategis tersebut resmi dimulai dengan seremoni pembangunan pabrik BioCNG akhir pekan lalu. Fasilitas ini dirancang memanfaatkan metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) milik PT Bina Pitri Jaya, bagian dari AEP Group.
Fasilitas BioCNG tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal I 2027. Setelah beroperasi penuh, pabrik ini diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 142.450 MMBTU BioCNG per tahun sekaligus menekan emisi gas rumah kaca hingga 70.085 ton CO2 per tahun.
“Optimasi BioCNG merupakan langkah strategis dan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan gas bumi di berbagai sektor. PGN bersama Gagas berkomitmen menyediakan energi lebih bersih dan mendorong integrasi gas bumi dengan energi baru terbarukan dalam ekosistem energi nasional,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra, Selasa (10/2/2026).
Dia menerangkan, BioCNG menjadi langkah strategis PGN dalam memperluas portofolio gas rendah karbon sekaligus memperkuat fleksibilitas pasokan beyond pipeline dalam mendukung percepatan transisi energi.
Sejalan dengan itu, Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan menegaskan kesiapan perusahaan dalam memanfaatkan BioCNG sebagai pelengkap pasokan energi bersih. Infrastruktur dan kapabilitas distribusi CNG yang telah dimiliki akan dioptimalkan untuk menyalurkan BioCNG ke segmen pelanggan yang belum terjangkau jaringan pipa gas.
“BioCNG tidak hanya memperkuat layanan gas bumi beyond pipeline, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam mendukung pertumbuhan industri hijau di Indonesia,” jelas Santiaji.
Baca Juga
Perdana, Gas Bumi PGN (PGAS) Mengalir ke Pabrik Baterai EV di Karawang
Dari sisi pengembang, Founder & CEO KIS Group KR Raghunath menyatakan pembangunan pabrik BioCNG ini merupakan bukti bahwa solusi energi terbarukan berskala komersial dapat diwujudkan di Indonesia. Proyek ini diharapkan memberikan manfaat lingkungan sekaligus dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat diubah menjadi sumber energi bernilai tambah, sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan,” ucapnya.

