ABAC Prioritaskan Sektor Digital dan Pangan dalam Pengurangan Hambatan Dagang Non-Tarif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- APEC Business Advisory Council (ABAC) memastikan bahwa sektor jasa berbasis digital dan ketahanan pangan sebagai prioritas utama dalam upaya mengatasi hambatan perdagangan non-tarif di kawasan Asia-Pasifik tahun ini. Langkah strategis tersebut disampaikan oleh Chair of Regional Economic Integration Working Group ABAC Anna Curzon dalam konferensi pers, Senin (9/2/2026)
"Kami fokus pada layanan yang dipimpin secara digital karena ini adalah bagian dari sistem perdagangan dengan pertumbuhan tercepat di kawasan APEC. Namun, seiring pertumbuhannya, hambatan perdagangan non-tarif juga ikut muncul," kata Curzon.
Selain sektor digital, Curzon juga menyoroti sektor pangan melalui proyek khusus yang dipimpin oleh anggota delegasi Selandia Baru, Sarah Ottrey. Proyek ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memitigasi hambatan non-tarif yang menghambat distribusi pangan lintas batas di kawasan tersebut.
Baca Juga
ABAC Luncurkan Program Kerja 2026, Fokus pada Keterbukaan dan Inovasi Kolaboratif
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Chair of Digital Innovation Working Group ABAC Jan De Silva memaparkan strategi organisasi untuk memastikan inovasi teknologi tidak hanya dinikmati oleh ekonomi maju, tetapi juga ekonomi berkembang. De Silva menjelaskan bahwa ABAC menggunakan pendekatan studi kasus dan praktik terbaik untuk mengidentifikasi kekuatan serta celah di setiap negara anggota.
"Tahun ini kami melakukan studi serupa dengan berfokus pada implementasi kecerdasan buatan (AI) di sektor-sektor tradisional seperti manufaktur, logistik, kesehatan, dan pertambangan," kata De Silva.
Terkait isu infrastruktur digital, De Silva menambahkan bahwa tantangan pembiayaan kini tengah digarap oleh Gugus Tugas Keuangan dan Ekonomi (Finance and Economics Task Force) untuk memastikan ketersediaan dana bagi pengembangan infrastruktur yang merata.

