Presiden Prabowo Serukan Program 'Gentengisasi', Menperin Minta Industri Keramik Ekspansi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menanggapi terkait program gentengisasi yang diserukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, proyek tersebut harus disambut baik oleh Asosisasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) berupa ekspansi.
"Dengan program gentengisasi itu harusnya ekspansi, tidak ada pilihan lain. Jadi kita harus siap-siap," ucap Menperin Agus di acara pelantikan dewan pengurus Asaki di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Dari segi pemakaian, Menperin Agus menilai, atap rumah yang menggunakan genteng memang terasa lebih sejuk dan ramah lingkungan dibandingkan dengan atap yang bahan bakunya bukan berasal dari tanah, seperti seng atau asbes.
"Jadi memang banyak keunggulan, kalau saya kira pemerintah sudah mencanangkan gerakan gentengisasi, dan ini sebuah opportunity yang luar biasa bagi teman-teman Asaki, dan saya minta untuk bersiap-siap karena memang arahnya akan kesana," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asaki Edy Suyanto memastikan bahwa pihaknya menyambut baik dan mendukung program gentengisasi yang dicanangkan pemerintah tersebut. Apalagi, hal itu sejalan dengan jumlah produksi genteng di dalam negeri sebanyak 85 juta meter persegi pertahun.
Baca Juga
Industri Keramik Nasional Siap Bangkit, Asaki Bidik Investasi Rp5 Triliun Masuk di 2026
"Setelah kami mendapatkan arahan dari Bapak Presiden bahwa ini merupakan salah satu program prioritas untuk gentengnisasi. Tentu kami menyambut dengan baik. Asaki siap untuk melakukan ekspansi. Kami siap untuk menyambut pasar yang baru," tambah Edy.
Sebelumnya, Presiden Prabowo memperkenalkan program gentengisasi pada acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Gentengisasi merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
"Salah satu dalam rangka indah, saya lihat Saudara-saudara, semua kota, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita sekarang, maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng," ucap Prabowo.

