Kaya Pasir Silika, Indonesia Siap Masuk Rantai Pasok Semikonduktor Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menyiapkan langkah strategis agar industri teknologi nasional tidak berhenti pada tahap perakitan, melainkan naik kelas menuju produksi bernilai tambah tinggi. Salah satu fokus utama adalah mendorong Indonesia masuk ke rantai pasok global industri semikonduktor yang saat ini menjadi tulang punggung ekonomi digital dunia. Apalagi Indonesia kaya akan sumber daya pasir silika.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan, Indonesia perlu mengambil peran realistis dalam waktu dekat dengan masuk ke segmen strategis rantai pasok semikonduktor global. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan cip dunia.
Baca Juga
Menko Airlangga: Pemerintah Dorong Ekosistem Semikonduktor dan Artificial Intelligence
“Kita masuk dulu ke rantai pasokan global, pada komponen yang strategis, kita harus ada. Dari situ daya tawar Indonesia akan tumbuh,” ujar Nezar dikutip dari keterangan resmi, Kamis (28/1/2026).
Indonesia, kata Nezar, memiliki modal awal kuat untuk masuk ke industri ini, terutama dari sisi sumber daya alam. Cadangan pasir silika nasional yang melimpah menjadi bahan baku utama silicon wafer, komponen penting dalam produksi cip semikonduktor.
Wamenkomdigi menjelaskan, lonjakan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global telah mendorong peningkatan signifikan permintaan silicon wafer. Kondisi kelangkaan cip yang masih terjadi di banyak negara membuka peluang besar bagi Indonesia untuk masuk sebagai pemain baru di rantai pasok.
“Permintaan silicon wafer sangat tinggi karena industri AI berkembang pesat. Ini momentum yang jarang dan harus dimanfaatkan,” katanya.
Selain faktor bahan baku, posisi geopolitik Indonesia yang relatif netral juga dinilai strategis. Pemerintah melihat peluang untuk menarik mitra dari berbagai negara sekaligus memastikan terjadinya alih teknologi dalam pengembangan industri semikonduktor nasional. “Yang kita kejar itu transfer teknologi. Kalau hanya tenaga kerja, dampak jangka panjangnya kecil,” tegas Nezar.
Baca Juga
Perkuat Industri Semikonduktor, Kemenperin Tegaskan Bangun Ekosistem Chip Design Nasional
Untuk memperkuat fondasi industri teknologi dalam negeri, Kementerian Komunikasi dan Digital juga terus menjalankan kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Produk telepon seluler, komputer genggam, dan tablet diwajibkan memenuhi TKDN minimal 35%.
Mantan jurnalis senior itu menyebut, kebijakan tersebut membuka ruang tumbuhnya rantai pasok domestik dan mendorong peningkatan kapasitas industri nasional. Seiring meningkatnya kebutuhan komponen di dalam negeri, produksi lokal dinilai akan berkembang secara bertahap dan berkelanjutan.

