Komisi XII Dorong DMO Batu Bara Fleksibel dan Terukur untuk Ketahanan Energi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Komisi XII DPR Fraksi Partai Golkar Dewi Yustisiana menyatakan dukungan terhadap arah kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menempatkan domestic market obligation (DMO) batu bara secara fleksibel dan berbasis kebutuhan dalam negeri, guna memastikan pasokan energi domestik tetap aman dan terjaga.
Menurut Dewi, DMO menjadi instrumen penting agar pasokan energi domestik tidak terpengaruh fluktuasi pasar global, mengingat batu bara masih berperan vital bagi pembangkit listrik serta industri strategis seperti semen dan pupuk.
Baca Juga
Targetkan Pendapatan Rp 4,1 T, RMK Energy (RMKE) Bidik Volume Pengangkutan Batu Bara 12 Juta Ton
“Pasokan batu bara stabil adalah sesuatu yang krusial untuk menekan risiko kenaikan biaya produksi dan dapat berdampak langsung pada masyarakat,” kata Dewi, Senin (26/1/2026).
Dia menilai, kinerja pemerintah pada 2025 menunjukkan kemajuan, dengan penyaluran domestik mencapai sekitar 32% dari total produksi batu bara nasional. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa peningkatan porsi kebutuhan dalam negeri dapat dilakukan melalui tata kelola dan pengawasan yang konsisten.
Dewi menekankan pentingnya sinkronisasi DMO dengan pengendalian produksi melalui RKAB 2026, agar produksi lebih terukur dan kebutuhan domestik terlindungi sesuai kebutuhan riil. Ia mendorong penguatan basis data lintas sektor serta pengawasan distribusi lebih ketat, seiring target DMO batu bara 2026 sebesar 184,75 juta ton.
Baca Juga
ESDM "Pede" Target PNBP Minerba Rp 134 Triliun Tercapai meski Produksi Batu Bara Dipangkas
“Fleksibilitas DMO adalah kebijakan strategis untuk menjaga keandalan listrik, keberlangsungan industri, dan stabilitas ekonomi nasional. Komisi XII akan mengawal pelaksanaannya agar disiplin, transparan, dan berkeadilan,” tegas Dewi.

