Panen Raya Maju Lebih Cepat, Stok Beras Ditargetkan Capai 4 Juta Ton
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas mengungkapkan panen raya nasional akan tiba lebih cepat, diperkirakan bakal mulai berlangsung pada Februari dan berlanjut pada Maret hingga April 2026.
"Tahun ini lebih cepat lagi panen raya-nya. Kalau dulu Maret, ini Februari sudah panen raya. Februari, Maret, April terus panen raya," ucap Menko Zulhas pada konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Dari panen raya nasional tersebut, Menko Zulhas menyebutkan, jumlah produksi beras yang dihasilkan akan meningkat sebanyak 5-10% dari tahun sebelumnya. Pemerintah pun menargetkan stok cadangan beras pemerintah (CBP) pada tahun ini mencapai angka 4 juta ton.
"Dan diperkirakan produksinya lebih tinggi daripada tahun 2026, sekitar 5-10% lebih tinggi lagi. Oleh karena itu, stok kita naikin jadi 4 juta. Selalu angkanya 4 juta, dan ini tidak setiap tahun, tapi sampai 2029 (akan mencapai, red) 4 juta ton," terang Zulhas.
Baca Juga
Panen Raya di Karawang, Prabowo Tinjau Hilirisasi dan Teknologi Pertanian Modern
Dikarenakan CBP akan ditingkatkan menjadi 4 juta ton, menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini diperlukan kerja sama dengan Perum Bulog untuk dapat menyerap dan menyimpan beras hasil produksi pada panen raya nasional pada bulan depan.
Untuk itu, Menko Zulhas mengatakan, pemerintah akan mendukung program Perum Bulog yang akan mempercepat pembangunan 100 gudang baru untuk menyimpan cadangan beras pada tahun ini. Menurutnya, keputusan ini juga sudah didukung lewat penerbitan Instruksi Presiden (Inpres).
"Nah ini perlu gudang. Gudang-gudang dulu ada hampir 1.900, sekarang tinggal 1.500-an yang harus ahli fungsi. Kita ingin kembalikan, karena gudangnya kurang. Tadi kita sudah selesaikan substansi untuk inpres. Kita akan bangun 100 lagi, Bulog ditugaskan untuk bangun gudang untuk nampung," papar Zulhas.

