Menanti Data AS, Emas Antam (ANTM) Menguat Rp 7.000
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Jumat (9/1/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,577 juta atau naik Rp 7.000 dari Kamis (8/1/2026) Rp 2,570 juta per gram di tengah harga emas dunia yang stabil karena investor menunggu rilis data nonfarm payrolls Amerika Serikat (AS) sebagai petunjuk arah kebijakan Federal Reserve (The Fed), di tengah tekanan jangka pendek dari penyesuaian indeks komoditas yang membatasi potensi kenaikan.
Adapun pencapaian tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) atau rekor sebelumnya berada di level Rp 2,605 juta per gram yang dicetak pada Sabtu 27 Desember 2025.
Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,432 juta atau naik Rp 6.000 dari sebelumnya Rp 2,426 juta.
Pergerakan harga emas Antam di tengah harga emas dunia yang tetap stabil pada Kamis (8/1/2026) Harga emas spot tidak berubah di US$ 4.452,64 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sesi di US$ 4.406,89. Kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari ditutup sedikit lebih rendah di US$ 4.460,70.
Baca Juga
Penyesuaian tahunan Indeks Komoditas Bloomberg, yaitu penyesuaian berkala terhadap bobot komoditas untuk menjaga agar indeks tetap selaras dengan kondisi pasar, telah dimulai sejak awal pekan ini. Langkah itu memicu pergeseran alokasi dana oleh manajer investasi dan dapat menekan harga dalam jangka pendek.
Fokus utama pasar kini tertuju pada data nonfarm payrolls Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis Jumat (9/1/2026). Survei Reuters memperkirakan penambahan 60.000 pekerjaan pada Desember, dibandingkan 64.000 pada bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran diproyeksikan turun menjadi 4,5% dari 4,6%. Data ini menjadi acuan utama Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan moneter.
Saat ini, pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali sepanjang 2026. Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah karena biaya peluang memegang emas menjadi lebih kecil.
Sejumlah indikator terbaru memperkuat pandangan bahwa ekonomi Amerika Serikat mulai melambat. Klaim tunjangan pengangguran meningkat secara moderat pekan lalu, setelah laporan pada Rabu (7/1/2026) menunjukkan lowongan pekerjaan turun lebih dalam dari perkiraan pada November dan pertumbuhan penggajian swasta pada Desember berada di bawah estimasi.
Baca Juga
Di sisi lain, faktor geopolitik juga ikut memengaruhi sentimen pasar. Ketegangan kembali meningkat setelah dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela disita di Atlantik. Pada saat yang sama, para pejabat Amerika Serikat dilaporkan membahas tawaran pembayaran sekaligus kepada warga Greenland untuk mendorong pemisahan diri dari Denmark dan membuka peluang aliansi dengan Amerika Serikat.
Kombinasi ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter menjadi alasan yang mendukung prospek emas dalam jangka menengah. Bank HSBC bahkan memperkirakan harga emas berpotensi mencapai US$ 5.000 per ons pada paruh pertama 2026, seiring meningkatnya risiko geopolitik dan tekanan inflasi global.
Berikut harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,338 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,577 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,094 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,616 juta
- Emas 5 gram: Rp 12,660 juta
- Emas 10 gram: Rp 25,265 juta
- Emas 25 gram: Rp 63,037 juta
- Emas 50 gram: Rp 125,995 juta
- Emas 100 gram: Rp 251,912 juta
- Emas 250 gram: Rp 629,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,258,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,517,600 miliar.

