Penanganan Bencana Sumatra, Kementerian PU Kerahkan 1.709 Alat Berat
Poin Penting
|
ACEH, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat penanganan bencana di Sumatra dengan menambah dukungan alat berat dan sarana prasarana di sejumlah wilayah terdampak.
“Hingga Minggu (4/1/2026) pukul 20.00 WIB, kami menambah 39 alat berat dari dukungan BUMN karya. Dengan penambahan tersebut, total alat berat yang telah dimobilisasi mencapai 1.709 unit, meningkat dari sebelumnya 1.670 unit,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan, Kementerian PU terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mendukung penanganan bencana di Sumatera, khususnya pada sektor jalan dan jembatan, sumber daya air, serta penyediaan air bersih dan sanitasi. “Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi,” ujar Dody.
Dikatakan Dody, penambahan alat berat tersebut difokuskan untuk mempercepat penanganan darurat, pembersihan material longsoran, pemulihan akses jalan, serta mendukung distribusi logistik di wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Di Provinsi Aceh, lanjut Dody, tambahan alat berat, meliputi 13 unit excavator, 1 unit backhoeloader, 4 unit wheelloader, dan 5 unit dumptruck. “Alat berat tersebut ditempatkan di wilayah terdampak, antara lain Kabupaten Gayo Lues, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang,” terang dia.
Baca Juga
Bantu Bersihkan Kantor Dinas Terdampak Banjir, Kemendagri Kirim 1.138 Praja IPDN ke Aceh Tamiang
Sementara itu, di Provinsi Sumut ditambahkan 15 unit excavator, 1 unit backhoeloader, 1 unit wheelloader, 2 unit dumptruck, 1 unit bulldozer, dan 1 unit pickup untuk mendukung penanganan bencana, di antaranya pada ruas Tarutung–Sibolga.
Adapun di Provinsi Sumbar dilakukan penyesuaian kebutuhan lapangan dengan pengurangan 6 unit excavator serta penambahan 1 unit miniexcavator yang difokuskan di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Baca Juga
Lampaui Nasional, Inflasi Aceh, Sumut, dan Sumbar Melejit Akibat Bencana
Selain alat berat, kata Dody, pihaknya juga memperkuat dukungan infrastruktur darurat melalui penyediaan Jembatan Bailey. “Saat ini, Jembatan Bailey yang disiagakan di Aceh bertambah dari 11 unit menjadi 14 unit, sehingga total yang tersedia mencapai 16 unit,” ungkap dia.
Di Sumatra Utara, Jembatan Bailey tersedia sebanyak 2 unit dan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Sementara itu, di Sumatra Barat tidak terdapat Jembatan Bailey yang terpasang karena seluruh jembatan darurat telah ditarik seiring pulihnya akses.
“Kami pastikan seluruh sumber daya yang dimobilisasi akan terus dioptimalkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur serta membuka kembali konektivitas wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra,” pungkas Dody.

