Pascabencana, PU Siapkan 48 Titik Sumur Air Tanah untuk Warga Aceh Tamiang
ACEH TAMIANG, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat dukungan penyediaan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menyiapkan pengeboran sumur air tanah dalam dan dangkal di sekitar 48 titik secara bertahap yang dilengkkapi sarana sanitasi.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyatakan, penyediaan air bersih menjadi prioritas setelah penanganan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan mulai membaik.
“Kalau sudah tidak ada air, penyakit pasti datang. Setelah urusan jalan dan jembatan mulai membaik, fokus kita berikutnya adalah soal air. Air bersih harus segera tersedia untuk seluruh masyarakat,” kata Dody dalam keterangan resmi, Kamis (25/12/2025).
Dody menyampaikan, pihaknya akan memprioritaskan pengeboran sumber air dalam karena kondisi tanah pascabencana menyulitkan pencarian sumber air dangkal.
“Kalau lumpur seperti ini agak susah mencari sumber air di bawah 100 meter. Bukan berarti tidak ada, pasti ada, tapi memang lebih sulit. Karena itu saya fokus ke pengeboran sumber air dalam,” terang dia.
Baca Juga
Pertamina Distribusikan Lebih 100.000 Tabung LPG 3 Kg Lewat Operasi Pasar di Aceh
Selain pengeboran, Kementerian PU juga mengombinasikan perbaikan sistem penyediaan air minum (SPAM) yang terdampak bencana dengan pengeboran di sejumlah titik, dengan dukungan unsur TNI dan Polri.
“Kita kombinasikan perbaikan SPAM yang rusak dengan pengeboran sumber air dalam, supaya air yang keluar benar-benar bisa menjadi air bersih bagi masyarakat,” tutur Dody.
Upaya tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan sejumlah SPAM di Aceh Tamiang yang mengalami gangguan akibat bencana sekaligus memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Sembari menyiapkan proses pengeboran, kata Dody, Kementerian PU juga menyalurkan sarana dan prasarana air bersih serta sanitasi. Di Aceh Tamiang, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) menyalurkan 27 unit hunian umum (HU) berupa tangki air bersih berkapasitas 1.000 liter dan 2.000 liter.
Tangki-tangki tersebut ditempatkan di sejumlah kecamatan sesuai arahan Bupati Aceh Tamiang dan diisi dua kali setiap hari. Untuk mendukung sanitasi, Kementerian PU juga memasang 13 unit toilet portable dan 10 set toilet knockdown yang disesuaikan dengan lokasi HU.
Baca Juga
"Seluruh fasilitas sanitasi tersebut dibersihkan dua kali sehari, pagi dan sore, serta didukung satu unit armada truk tinja yang beroperasi untuk penyedotan tinja guna menjaga kebersihan lingkungan," tandas Dody.
Kementerian PU juga menyalurkan sarana dan prasarana air bersih serta sanitasi. Di Aceh Tamiang, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) menyalurkan 27 unit hunian umum (HU) berupa tangki air bersih berkapasitas 1.000 liter dan 2.000 liter.
Tangki-tangki tersebut ditempatkan di sejumlah kecamatan sesuai arahan Bupati Aceh Tamiang dan diisi dua kali setiap hari. Untuk mendukung sanitasi, Kementerian PU juga memasang 13 unit toilet portable dan 10 set toilet knockdown yang disesuaikan dengan lokasi HU.
"Seluruh fasilitas sanitasi tersebut dibersihkan dua kali sehari, pagi dan sore, serta didukung satu unit armada truk tinja yang beroperasi untuk penyedotan tinja guna menjaga kebersihan lingkungan," tandas Dody.
Selain itu, Kementerian PU mengirimkan tambahan sarana dan prasarana dari Jakarta yang saat ini dalam proses pengiriman melalui Pelabuhan Patimban dan Pelabuhan Belawan menuju Aceh Tamiang. Bantuan tersebut diangkut menggunakan Kapal Ostina dan berada di perairan Batam.
Adapun bantuan yang dikirim meliputi dua unit IPA Mobile Setta, satu unit mobil double cabin, satu unit mobil sedot tinja, 40 unit HU kapasitas 2.000 liter, delapan unit tenda, 20 unit velbed, 10 unit toilet portable, serta 10 unit mobil tangki air.

