Gandeng Dart Energy, PGN (PGAS) Buka Babak Baru Pemanfaatan Gas Metana Batu Bara
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN berkolaborasi dengan Dart Energy (Tanjung Enim) Pte. Ltd dalam rencana pemanfaatan pasokan gas yang berasal dari pengembangan lapangan gas metana batu bara di Wilayah Kerja Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Kerja sama ini menjadi langkah strategis mengoptimalkan potensi gas domestik yang selama ini belum tergarap maksimal sekaligus memperkuat diversifikasi pasokan gas bumi nasional.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli gas (PJBG). Dart Energy akan memasok gas metana batu bara atau coalbed methane (CBM), yaitu gas alam yang terperangkap di lapisan bat ubara, kepada PGN untuk disalurkan kepada pengguna akhir.
Pemerintah menilai kesepakatan ini penting karena membuka alternatif sumber pasokan baru di tengah kebutuhan gas yang terus meningkat. Sub-Koordinator Penyiapan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Firdaus Wajdi, mengatakan dukungan penuh pemerintah tidak hanya pada aspek komersial, tetapi pengembangan wilayah.
Baca Juga
Terima Kargo LNG ke-20, Volume FSRU Lampung PGN (PGAS) 2025 Capai 58,03 Juta MMBTU
"Pemerintah memberikan apresiasi PGN serta Dart Energy atas tercapainya PJBG ini. Pemerintah mendukung penuh dan mengupayakan Tanjung Enim menjadi [royek strategis nasional (PSN). Semoga melalui PJBG ini penyaluran gas dari Tanjung Enim secara tepat waktu untuk memenuhi industri, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah setempat dan menjadi best practice pemanfaatan CBM yang berkontribusi nyata pada kedaulatan energi," ujar Firdaus dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga menilai perjanjian ini sebagai capaian penting dalam pengembangan energi nonkonvensional. Menurut SKK Migas, keberhasilan PJBG tidak hanya terkait pemanfaatan gas bumi, tetapi menjadi tonggak pemanfaatan CBM yang membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, SKK Migas, kontraktor kontrak kerja sama, hingga pelaku usaha gas.
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN Rachmat Hutama mengatakan, PGN memiliki pengalaman dan infrastruktur terintegrasi, baik melalui jaringan pipa maupun skema penyaluran di luar pipa, sehingga integrasi ini diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan gas CBM agar segera diserap industri dan pelanggan lainnya.
“Melalui kerja sama ini, PGN sebagai Subholding Gas Pertamina siap mendukung pengembangan dan pemanfaatan WK GMB Tanjung Enim dan diharapkan dapat menjembatani sumber gas dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelanggan,” ujar dia.
CEO NuEnergy Gas, perusahaan induk dari Dart Energy, Lim Beng Hong mengatakan kerja sama ini memiliki makna strategis yang lebih luas dibandingkan sekadar transaksi jual beli gas. CBM menjadi new chapter dalam pemanfaatan energi di Indonesia.
Baca Juga
Hadapi Tantangan 2026, PGN (PGAS) Perkuat Infrastruktur karena Kebutuhan Pelanggan Gas Naik 3%
Kerja sama ini akan mendukung tiga hal, pertama adalah pemanfaatan clean energy yang sejalan dengan upaya pemerintah di masa transisi energi menuju NZE 2060. Kedua, CBM yang dimanfaatkan dalam kerja sama ini diproduksi dari sumber domestik sehingga signifikan dalam optimalisasi energi dalam negeri. Ketiga adalah unlock resource CBM yang berpeluang untuk mendorong Indonesia memiliki new resource dalam pemenuhan supply - demand energi nasional.
Lim Beng Hong menambahkan bahwa kolaborasi ini diposisikan sebagai kemitraan strategis jangka panjang yang membuka peluang kerja sama lanjutan di masa depan, seiring dengan potensi CBM yang masih sangat besar di Indonesia.

