Tanpa Genset, Pengungsi Aceh Tamiang Tetap Terang Berkat PLTS Pertamina
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero) menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk menerangi sejumlah posko pengungsian di Aceh Tamiang, sebagai bagian respons darurat pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Inisiatif ini menjadi upaya perusahaan menjaga aktivitas dasar pengungsi tetap berjalan di tengah keterbatasan akses, pemadaman listrik, dan minimnya pasokan energi fosil.
Bantuan tersebut disalurkan oleh PT Pertamina (Persero), badan usaha milik negara di sektor energi, melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Sebanyak tujuh paket PLTS berkapasitas 590 Wp per unit, dilengkapi inverter 1.000 Wp, baterai 2.000 Wh, serta tujuh paket solar LED 40 watt, didatangkan langsung dari Jakarta dan dipasang di area pengungsian Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Baca Juga
Perketat Antisipasi Ancaman 'Drone', Menhan Tinjau Pengamanan Kilang Pertamina Plaju
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, kehadiran PLTS merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terdampak bencana.
“Program ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang. Pertamina menyalurkan bantuan PLTS ini guna mendukung pemulihan kondisi darurat pascabencana,” jelas Baron dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).
Ia menambahkan, fasilitas listrik berbasis surya sangat dibutuhkan di lokasi pengungsian, terutama untuk menunjang aktivitas malam hari. Selain penerangan, PLTS juga dimanfaatkan untuk mengisi daya baterai telepon seluler yang menjadi sarana komunikasi utama bagi pengungsi dan relawan. Setiap unit PLTS mampu menyala hingga 8 jam per hari.
Pemasangan instalasi PLTS melibatkan teknisi dari perwira Pertamina Peduli yang merakit langsung sejumlah komponen di lapangan. Proses tersebut dilakukan hingga sistem siap digunakan dan mampu memasok listrik secara stabil ke tenda-tenda pengungsian.
Relawan Pertamina Peduli M. Abassi Ali Bilhadj, yang akrab disapa Billy, mengatakan proses perakitan PLTS berlangsung sekitar 2 jam sebelum akhirnya diuji coba.
“Terharu sekali, di tengah penghematan pemanfaatan BBM untuk genset. Hadirnya PLTS ini sangat membantu pengungsi sehingga bisa melaksanakan aktivitas ibadah dan kegiatan membaca buku untuk anak-anak di malam hari dengan tenang. PLTS ini ibarat cahaya harapan di tenda pengungsian,“ kata Billy.
Baca Juga
Pertamina Pakai 'Slink Load' Helikopter Distribusi LPG di Bener Meriah Aceh
Hingga 2 pekan pascabanjir bandang, sebagian wilayah Aceh Tamiang masih dalam kondisi terisolasi. Akses menuju daerah terdampak umumnya hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki, sementara sebagian kecil dapat dilalui kendaraan roda dua, sehingga distribusi bantuan berjalan lambat.
Kondisi tersebut membuat warga tidak hanya kekurangan bahan pangan, tetapi juga menghadapi pemadaman listrik dan keterbatasan air bersih. Dalam situasi ini, relawan Pertamina Peduli berupaya hadir dengan menyalurkan pasokan BBM, LPG, dukungan kelistrikan berbasis panel surya, serta bantuan kesehatan, sanitasi, air bersih, dan kebutuhan hidup lainnya guna membantu pemulihan kondisi masyarakat terdampak.

