Proyeksi Trafik Data Naik 17,9% di Nataru, Telkomsel (TSEL) Siap Andalkan AI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Telkomsel memproyeksikan lonjakan trafik data sebesar 17,9% pada puncak periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dibanding hari biasa. Operator pelat merah itu menyiapkan optimalisasi jaringan di seluruh area mobilitas masyarakat untuk mengantisipasi kenaikan penggunaan layanan digital.
VP Network Strategic Collaboration and Settlement Telkomsel, Nizar Fuadi menegaskan, indikator utama kesuksesan operasional Nataru adalah kepuasan pelanggan. “Kita berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik pada pelanggan, kemudian tentunya dengan nilainya sepenuh hati ya,” ujarnya di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Telkomsel diketahui akan memantau 437 titik keramaian (POI) secara harian selama periode Nataru. Nizar mengatakan semua kanal layanan pelanggan disiagakan untuk menangani potensi kendala di lapangan dengan cepat.
“Jika ada komplain dari pelanggan, itu sudah ada call center yang akan menangani,” kata Nizar. Menurutnya, 247 personel operasi infrastruktur telah disiapkan untuk mendukung pemantauan dan perbaikan jaringan.
Di sisi lain, untuk menjaga kualitas jaringan, Telkomsel juga mengandalkan sistem autonomous network berbasis AI dalam mendeteksi dan mengatasi gangguan. Teknologi ini bekerja secara otomatis melakukan analisis dan penanganan awal sebelum insiden berdampak ke pelanggan.
“Jadi misalkan ada degradasi dari network, itu akan terjeksi dengan otomatis. Kemudian juga root cause analisis itu juga dikelola oleh autonomous network tersebut,” jelas Nizar. Ia menegaskan sistem berbasis AI ini membuat proses pemulihan jaringan lebih cepat dan presisi.
Baca Juga
707 Menara BTS di 3 Provinsi Pulih, Kemenkomdogi Pastikan Layanan Telekomunikasi Mulai Normal
5.000 BTS 5G di Indonesia
Telkomsel juga mengandalkan lebih dari 5.000 BTS 5G yang kini tersebar di 79 kota/kabupaten untuk menopang kenaikan trafik selama libur panjang. Infrastruktur ini diklaim jadi penopang utama pertumbuhan konsumsi layanan berkecepatan tinggi.
Nizar tak menampik bahwa kapasitas 5G yang semakin luas berdampak pada meningkatnya penggunaan data pelanggan. “Untuk sekarang pun sudah mulai ada kenaikan (pelanggan baru), jadi pelanggan yang memang dia konsumsi data yang sifatnya butuh kecepatan tinggi, dia akan otomatis mencari sinyal 5G tersebut,” katanya.
Menurutnya, distribusi BTS 5G saat ini memang masih berfokus di Jakarta dengan sekitar 3.000 site aktif. Sementara itu, 2.000 site lainnya tersebar di berbagai wilayah untuk memperluas adopsi layanan 5G.
Selain itu, Telkomsel mengoperasikan 38 Combat BTS dan melakukan drive test jaringan 4G–5G di lebih dari 18.000 kilometer untuk menjaga kesiapan jaringan di area padat mobilitas. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi penurunan kualitas layanan saat trafik berada di titik tertinggi.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Telkomsel optimistis dapat menjaga performa layanan selama Nataru 2025/2026. Nizar menegaskan kualitas jaringan akan tetap menjadi prioritas guna memastikan pengalaman digital pelanggan tetap optimal sepanjang masa libur panjang.

