Pertamina Sebut Penjagaan Kilang oleh TNI Perkuat Keamanan Nataru
Pertamina Sambut Baik TNI Jaga Kilang
Poin Penting
|
JAKARTA, investirtrust.id - PT Pertamina (Persero) menyambut baik penugasan TNI dalam menjaga kilang minyak sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga objek vital nasional (obvitnas).
Hadirnya TNI untuk menjaga kilang Pertamina juga akan berdampak positif bagi kesiapan Pertamina menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
“Jadi untuk penjagaan kilang yang dikeluarkan statement dari Kementerian Pertahanan, kami tentunya menyambut baik,” kata VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron di Jakarta, dikutip Kamis (27/11/2025).
Baca Juga
Dia mengatakan, kolaborasi dengan TNI dalam penjagaan kilang ini akan menumbuhkan sinergi antara instansi. Selain itu, akan bersinergi dengan pengamanan internal Pertamina dalam pengamanan objek strategis yang dimiliki mereka.
“Kalau tidak salah saya dapatkan statement itu juga menyatakan tidak hanya untuk Pertamina, tapi untuk semua objek strategis yang berdampak besar kepada negara. Jadi kami menyambut baik,” tegasnya.
Baron menyebut, hadirnya TNI untuk menjaga kilang Pertamina juga akan berdampak positif bagi kesiapan Pertamina menghadapi periode Nataru 2025-2026.
Source: Dok Pertamina
“Selanjutnya juga penjagaan ini tentu bisa berdampak juga dalam proses Nataru kami. Jadi ini memperkuat lapisan pengamanan yang ada di dalam kilang-kilang atau objek strategis lainnya,” ucap Baron.
Kementerian Pertahanan tengah merencanakan pembentukan satuan baru yang diberi nama Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan. Pembentukannya sebagai upaya strategis memperkuat pertahanan negara. Setidaknya sebanyak 150 batalion baru ditargetkan mulai terbentuk pada 2025.
Baca Juga
TNI Dapat Tugas Jaga Kilang Minyak, Wamen ESDM: Demi Amankan Objel Vital Nasional
Sebelum ini, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut, selain memberikan rasa aman kepada masyarakat di 514 kota/kabupaten, pembentukan Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan juga untuk mengamankan objek vital nasional, salah satunya kilang minyak.
"Langkah ini semata-mata untuk menjaga keutuhan wilayah dan kepentingan nasional, bukan untuk ambisi teritorial," kata Sjafrie kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/11/2025).

