ESDM Pastikan Skema Impor BBM SPBU Swasta Normal Lagi Tahun Depan, Kuota Pengajuan Sudah Masuk
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan skema impor bahan bakar minyak (BBM) badan usaha (BU) swasta bakal kembali berjalan normal pada 2026. Artinya, Shell Cs bisa melakukan impor BBM secara langsung tanpa perantara Pertamina.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan, penyebab BU swasta mesti melakukan impor BBM lewat Pertamina di akhir tahun 2025 karena kuota impor mereka untuk tahun ini sudah terpakai sepenuhnya. Dengan demikian, BU swasta mesti menggunakan kuota impor milik Pertamina yang masih ada.
Baca Juga
Bahlil Tak Masalah Stok BBM Shell dan Vivo Kosong Asal Kebutuhan Rakyat Terpenuhi
“Yang pasti kuota impor balik normal kok, tidak lewat B2B (business to business) lagi (dengan Pertamina). Ini kan kemarin karena ada kondisi tertentu, kita nyari solusi jangka pendek saja,” kata Dwi Anggia saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Dwi Anggia menjelaskan, untuk bisa mendapatkan kuota impor tahun depan, BU swasta mesti memenuhi prosedur yang sudah ada. Salah satunya melakukan pengajuan volume kuota impor berdasarkan neraca komoditas masing-masing.
Pengajuan tersebut dikatakan Anggia sudah bisa diajukan ke pemerintah sejak Oktober. Menurutnya, saat ini sudah ada BU swasta yang melakukan pengajuan, tetapi dirinya belum bisa membeberkan secara terperinci.
“Jadi silakan dimasukkan (pengajuannya). Sekarang kalau tak salah sudah masuk di Direktorat Jenderal Migas. Kemudian akan dievaluasi oleh pemerintah, approval-nya akan seperti apa,” ujar Anggia.
Baca Juga
Kendati demikian, Anggia belum bisa memastikan besaran volume kuota impor BBM yang bakal dikabulkan pemerintah untuk para BU swasta. Sebab, masih harus dilakukan evaluasi, termasuk kebutuhan mereka di sepanjang 2025 ini.
“Volumenya tergantung pengajuan mereka masing-masing. Kita tak bisa menduga-duga. Mereka ada kebutuhan tambahan atau enggak? Dilihat dari situ nantinya. Yang pasti menyesuaikanlah dengan demand mereka di tahun berjalan 2025,” ucap Anggia.

