Pertamina Teken MoU di Sela-sela KTT G20, Proyeksi Investasi US$ 2,6 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa PT Pertamina (Persero) menggelar nota kesepahaman atau MoU di sela-sela perhelatan G20.
“Ada di hulu migas, dengan perkiraan investasi US$ 2,6 miliar,” kata Airlangga di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, dipantau daring, Minggu (23/11/2025).
Meski demikian, Airlangga belum dapat menjelaskan secara rinci investasi yang dibuat Pertamina dengan mitranya. Kedua perusahaan masih akan membicarakan investasi ke tahap selanjutnya.
Selain Pertamina, kesepakatan juga didapat antara PT Dahana. Perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang bahan peledak tersebut akan menjalin kerja sama dengan perusahaan di bidang industri pertahanan asal Jerman, Rheinmetall.
Baca Juga
Dari KTT G20, Pengusaha Indonesia Siap Dukung Sektor Pertanian Ethiopia
“Kemarin (Kamis waktu setempat) ada MoU, sudah dilaksanakan antara PT Dahana dan Rheinmetall tentang kerja sama dan pendirian fasilitas untuk bahan peledak. Namun, teknisnya nanti akan diteliti,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Airlangga menyebut beberapa negara maju juga tertarik berinvestasi di Tanah Air. Salah satunya, Finlandia yang ingin berinvestasi di bidang data center dan telekomunikasi.
“Kemudian beberapa negara lain juga menginginkan kerja sama dengan Indonesia terus ditingkatkan, terutama dari segi ekonomi,” ujar dia.
Dia menjelaskan sejumlah perusahaan asal Indonesia siap dukung sektor pertanian Ethiopia.
“Salah satunya kalau di Ethiopia, beberapa investor Indonesia sudah masuk di sana. Lima sampai enam perusahaan,” kata dia.
Airlangga mengatakan Ethiopia membutuhkan pengembangan di sektor kelapa sawit. Selain Ethiopia, negara Afrika lainnya yaitu Angola juga menggelar pertemuan dengan Indonesia dan membahas rencana kerja sama di bidang pertanian.

