PU Teken Kontrak Pembangunan 152 Gedung SPPG Senilai Rp 1,23 Triliun
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menandatangani kontrak pekerjaan pembangunan gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebanyak 152 titik dengan APBN TA 2025 sebesar Rp 1,23 triliun.
Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto menyampaikan, pembangunan SPPG merupakan dukungan kementerian terhadap program prioritas pemerintah dalam peningkatan layanan gizi sejak usia dini.
“Dukungan Kementerian PU terhadap program MBG ini merupakan tindak lanjut kesepakatan bersama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Gizi Nasional,” kata dia di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025).
Berdasarkan hasil verifikasi kesiapan lahan, kata Bisma, dari total 264 lokasi yang tercantum dalam daftar keputusan bersama, hanya 222 lokasi yang dapat dibangun pada 2025. Lokasi tersebut tersebar di 29 provinsi.
Baca Juga
“Beberapa lokasi tidak siap dilaksanakan pada tahun 2025 antara lain karena status kepemilikan lahan yang masih dalam proses pengalihan kepada pemerintah daerah,” ujar Bisma.
Pelaksanaan pembangunan dibagi ke dalam tiga paket fisik dan tiga paket supervisi konstruksi berdasarkan wilayah. Pada penandatanganan hari ini, terdapat dua paket fisik dan dua paket supervisi yang dikontrakkan.
Paket Gedung SPPG 1 mencakup 78 lokasi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Seribu, Jambi, dan Sumatra Selatan. Pelaksana konstruksi adalah PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai kontrak Rp 639,23 miliar, sementara konsultan supervisi adalah PT Tata Karya dengan kontrak Rp 7,31 miliar.
Paket Gedung SPPG 2 mencakup 74 lokasi di Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Pelaksana konstruksi adalah PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dengan nilai kontrak Rp 581,23 miliar, sedangkan konsultan supervisi adalah PT Ciriajasa Cipta Mandiri dengan nilai kontrak Rp 6,31 miliar.
“Untuk Paket Pekerjaan Pembangunan Gedung SPPG 3 yang meliputi 70 lokasi direncanakan akan berkontrak pada hari Senin, 24 November 2025,” ungkap Bisma.
Dalam kesempatan tersebut, Bisma juga menyampaikan pesan kepada Badan Pembina Konstruksi dan penyedia jasa. “Kami harapkan para penyedia jasa dapat memberikan kinerja dan hasil yang terbaik — tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, tepat administrasi, dan tepat manfaat,” imbuh dia.
Gedung SPPG akan dibangun berdasarkan prototipe yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 628/KPTS/M/2025. Bangunan akan dilengkapi dapur higienis dengan material tahan bakteri dan jamur, sistem tata udara, filter air bersih, instalasi pengolahan limbah, peralatan pemadam kebakaran, serta konstruksi modular untuk mempercepat waktu pembangunan.
Sebelumnya, Kementerian PU berencana membangun 222 unit SPPG atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp 1,97 triliun di sejumlah wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Demikian disampaikan Menteri PU, Dody Hanggodo dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi V DPR di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025).
"Untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dari BGN (Badan Gizi Nasional) sebesar Rp1,97 triliun untuk membangun kurang lebih 222 SPPG," kata Dody, dikutip melalui kanal youtube TV Parlemen, Selasa (18/11/2025).
Adapun, sumber anggaran tersebut berasal dari alokasi tambahan anggaran yang dikucurkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk pagu TA 2025 Kementerian PU.
Dalam laporannya, Kementerian PU mendapat tambahan alokasi anggaran TA 2025 sebesar Rp 23 triliun. Dengan demikian total pagu Kementerian PU TA 2025 mencapai Rp 109,81 triliun dari sebelumnya di angka Rp 86,6 triliun.
"Pagu tersebut mengalami penambahan pagu efektif sampai dengan total Rp 23 triliun. Sehingga, total menjadi Rp 109,81 triliun," papar Dody.

