Infrastruktur Makin Kuat, Penyaluran Gas PGN (PGAS) Tembus 255 Juta MMBTU
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, subholding gas Pertamina, menyalurkan 255 juta MMBTU gas bumi hingga Oktober 2025. Penyaluran ini mencerminkan stabilnya permintaan energi dari sektor industri di tengah perluasan infrastruktur distribusi nasional.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto pada rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (17/11/2025). Ia menjelaskan bahwa sepanjang Januari–Oktober, perseroan menyalurkan 255 juta MMBTU gas bumi, termasuk 47 juta MMBTU LNG atau gas alam cair yang diproses melalui rantai fasilitas regasifikasi.
Baca Juga
Tingkatkan Layanan Energi Masyarakat, PGN Dorong Pemanfaatan CNG
Arief mengatakan PGN pada periode yang sama merealisasikan transmisi gas sebesar 493 ribu MMSCF, volume yang menunjukkan konsistensi suplai di tengah fluktuasi pasokan dari beberapa sumber pipa domestik. Ia menegaskan perusahaan terus menjaga peran strategisnya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan gas bumi serta penguatan infrastruktur yang andal.
“PGN memiliki peran yang sangat strategis di dalam memastikan energi bersih dan efisien tersedia bagi masyarakat dan juga bagi industri,” ujarnya dilansir Antara.
Arief menuturkan PGN saat ini mengoperasikan lebih dari 33.500 kilometer jaringan pipa yang melayani lebih dari 824.000 pelanggan dari sektor rumah tangga, komersial, hingga industri. Jangkauan tersebut menempatkan PGN sebagai pemain dominan dalam pasar gas bumi nasional. “Dengan pangsa pasar yang saat ini dikuasai oleh PGN melebihi 91%, PGN telah menjadi tulang punggung bagi distribusi gas bumi di Indonesia,” kata Arief.
Ia menjelaskan bahwa PGN juga mengelola sejumlah infrastruktur LNG untuk menjaga keseimbangan neraca gas nasional, terutama saat pasokan dari jaringan pipa utama mengalami penurunan. Menurutnya, perusahaan mengoperasikan dua floating storage regasification unit serta satu fasilitas regasifikasi darat guna memastikan suplai gas tetap stabil di berbagai wilayah.
Baca Juga
PGN (PGAS) Perkuat Swasembada Energi di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo
Keberadaan fasilitas tersebut, lanjut Arief, memungkinkan industri dan pembangkit listrik mempertahankan produksi tanpa gangguan pasokan energi. Hal ini berperan penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi nasional. “Infrastruktur ini memastikan kebutuhan gas untuk industri dan juga pembangkit listrik dapat tetap terpenuhi sehingga pertumbuhan ekonomi nasional tidak mengalami gangguan,” ujar Arief.

