Airlangga Sebut Pertamina Akan Beli Minyak Mentah “Tanpa Penawaran” dari Perusahaan AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investotrust.id - Menteri Koordinator bidang Pereokonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan beberapa kesepakatan yang muncul untuk menambal defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan Indonesia. Salah satunya dengan meminta PT Pertamina (Persero) membeli minyak mentah dari sejumlah perusahaan AS.
“Saat ini, kami menyiapkan peraturan presiden yang mengizinkan Pertamina membeli langsung minyak mentah tanpa penawaran dari perusahaan-perusahaan AS,” kata Airlangga saat 2025 US-Indonesia Investment Summit, di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Baca Juga
Menkeu Purbaya Tak Ingin Ubah Batas Defisit di UU Keuangan Negara
Airlangga mengatakan, aturan tersebut akan diselesaikan ketika negosiasi tarif resiprokal yang sedang dibahas selesai dan ditandatangani. Saat ini, hampir semua teks sudah dibahas kedua negara. “Jadi kita sudah kirim dengan Amerika. Tinggal finalisasi legal drafting, kedua negara. Targetnya di tahun ini,” ucap dia.
Dalam negosiasi tarif yang berkembang, sejumlah produk asal Indonesia dipastikan mendapat tarif 0%. Komoditas tersebut mendapat tarif 0% oleh AS karena ketersediaan barangnya. Sementara itu, produk tekstil dan sepatu masih dalam diskusi. “Ya, yang tidak diproduksi oleh Amerika, seperti crude palm oil (CPO), karet, teh, kopi, dan sebagainya,” ujar dia.
Airlangga memaparkan defisit perdagangan antara Indonesia dengan AS mencapai US$ 14 miliar. Namun, data dari Pemerintah AS menyebut defisit perdagangan kedua negara mencapai US$ 18 miliar.
Untuk menyeimbangkan defisit perdagangan kedua negara, Indonesia menawarkan mengimpor komoditas energi dari AS sebesar US$ 15 miliar dan membeli komoditas agrikultur AS sebesar US$ 4,5 miliar.
Baca Juga
Disarankan Manajer Investasi Tembus Defisit Lebih dari 3%, Ini Jawaban Purbaya
Meski defisit hanya senilai US$ 18 miliar, Airlangga mengatakan akan mengkompensasi defisit perdagangan hingga US$ 28 miliar. Selain pembelian komoditas perdagangan dan energi, beberapa perusahaan Indonesia juga akan berinvestasi di AS.
“Terdapat investasi dari perusahaan Indonesia di AS untuk memproduksi amonia biru. Total investasinya US$ 10 miliar,” ujar dia.

