Menparekraf Gandeng Ika NHI Bandung Perkuat Ekonomi Kreatif Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyambut baik inisiatif kolaborasi dengan Ikatan Alumni National Hotel Institute (Ika NHI) Bandung. Kerja sama ini bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional agar lebih tangguh dan berdaya saing global.
“Kementerian Ekraf merasa tidak bisa bekerja sendiri untuk mencapai target key performance index (KPI) yang sudah ditetapkan,” ujar Teuku Riefky di Jakarta, dikutip dalam keterangannya, Selasa (11/11/2025).
Ia menekankan pentingnya pendekatan kolaborasi hexahelix yang melibatkan kementerian, industri, akademisi, dan komunitas strategis, seperti Ika NHI. Riefky menambahkan, kolaborasi akan diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) sebelum masuk tahap implementasi bersama. Ia berharap keterlibatan Ika NHI bisa mempercepat capaian target kinerja dan memperluas jaringan ekosistem kreatif.
Ika NHI Bandung merupakan organisasi alumni dari Politeknik Pariwisata NHI Bandung, institusi pendidikan pariwisata terkemuka di Indonesia. Para alumninya kini memegang posisi penting di sektor perhotelan, perjalanan wisata, dan promosi daerah. “Kami siap bekerja sama dengan Ika NHI untuk memperkuat jaringan alumninya,” kata Riefky.
Ia menilai kolaborasi ini dapat menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi kreatif yang naik kelas.
Ketua Umum Ika NHI 2025-2029 Tantowi Yahya mengatakan organisasinya siap berkontribusi melalui lima pilar kerja sama strategis. Pilar itu, meliputi penguatan SDM, kemitraan industri, jejaring diaspora, promosi daerah, dan pengembangan komunitas. “Ika NHI memiliki SDM strategis yang bisa mengisi posisi kunci di berbagai lembaga,” ujar Tantowi.
Ia menambahkan, melalui mentorship dan coaching, Ika NHI dapat menjadi developer dan fasilitator bagi subsektor kuliner dan fesyen. Menurut Tantowi, jejaring diaspora global Ika NHI bisa menjadi kekuatan utama dalam memperluas pasar kreatif Indonesia. Jejaring itu juga dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai ekonomi kreatif dunia.
Rencana kolaborasi disusun dalam tiga tahap. Program jangka pendek pada 2025 mencakup pelatihan kewirausahaan kreatif dan inkubasi bisnis, disusul target ekspor dan promosi daerah hingga 2029.

