Dorong Hilirisasi Timah dan Tembaga, Toyota Jajaki Bangun Pabrik 'Solder Paste' Rp 1,6 Triliun di RI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, melakukan pertemuan dengan jajaran Toyota Tsusho Corporation (TTC) di Tokyo, Jepang, pada Jumat (7/10/2025) lalu, membahas rencana investasi di sektor hilirisasi mineral timah dan tembaga, khususnya pengembangan industri solder paste dan industri copper rod sebagai bahan baku kabel.
Toyota Tsusho merupakan perusahaan perdagangan dan investasi global asal Jepang yang merupakan bagian Toyota Group. Selama ini, Toyota Tsusho telah menjadi mitra dagang PT Timah Tbk (TINS) untuk produk turunan timah secara global.
Untuk mengamankan rantai pasok solder paste, akibat lonjakan permintaan dari industri otomotif global, Toyota Tsusho menyampaikan rencana investasi senilai US$ 100 juta (Rp 1,6 triliun) untuk membangun fasilitas produksi solder paste di Indonesia. Proyek ini masih pada tahap awal pembahasan dan harapannya dapat dikembangkan bersama PT Timah sebagai mitra lokal.
Baca Juga
“Indonesia berkontribusi sekitar 18% terhadap pasokan timah dunia, menjadikannya salah satu pemain utama dalam rantai pasok global. Dengan posisi strategis ini, Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat industri komponen produk elektronik dan otomotif. Pemerintah berkomitmen mendukung penuh setiap upaya hilirisasi yang menciptakan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Todotua, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (10/11/2025).
Secara global, lebih dari 50% konsumsi timah digunakan untuk pembuatan solder, terutama solder paste yang menjadi komponen penting di industri komponen elektronik, otomotif, hingga energi surya. Permintaan global solder paste diperkirakan tumbuh dari 5.170 ton pada 2024 menjadi 6.300 ton pada 2029.
Selain timah, Toyota Tsusho juga berminat berinvestasi di bidang hilirisasi tembaga. Tujuan investasi ini adalah dalam rangka mengamankan bahan baku kabel berupa copper rods yang juga meningkat permintaannya seiring perkembangan otomotif di global.
Todotua menyampaikan apresiasi atas komitmen Toyota Tsusho yang telah lama berinvestasi di Indonesia. “Kami menyambut baik minat Toyota Tsusho untuk juga memperluas investasi di bidang hilirisasi tembaga, apalagi investasi ini juga akan mendorong proses nilai tambah yang lebih di dalam negeri setelah sebelumnya beberapa perusahaan di dalam negeri telah memproduksi katoda tembaga yang merupakan bahan baku dari copper rods dan copper wire. Pemerintah siap memberikan dukungan menyeluruh mulai dari fasilitasi perizinan, kemudahan berusaha, hingga tahap operasional ” tambahnya.
Pertemuan dengan Toyota Tsusho ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi di Jepang, yang bertujuan memperkuat kerja sama investasi strategis di sektor hilirisasi.
Baca Juga
Prabowo Saksikan Penyerahan Aset Rampasan ke PT Timah Senilai Rp 7 Triliun, Ini Daftarnya
Dari sisi investasi, Jepang menempati posisi keempat sebagai sumber investasi asing langsung (FDI) terbesar di Indonesia, dengan total nilai investasi mencapai US$18,89 miliar dalam lima tahun terakhir serta pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 12,4%.
Angka ini mencerminkan semakin kuatnya hubungan ekonomi dan komitmen kedua negara dalam mendorong kerja sama investasi yang berorientasi pada hilirisasi, teknologi hijau, dan pertumbuhan berkelanjutan.

