Harga Emas Jatuh di Bawah US$ 4.000, Pasar Tunggu Keputusan The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Harga emas dunia merosot di bawah level psikologis US$ 4.000 per ons pada Senin (27/10/2025), seiring meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang menekan minat investor terhadap aset safe haven, seperti emas. Pasar kini mengalihkan fokus pada keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan minggu ini.
Harga emas spot turun 2,7% ke level US$ 4.002,29 per ons pada pukul 13.45 waktu AS Timur (17.45 GMT). Di awal sesi, harga sempat menyentuh US$ 3.970,81 per ons, level terendah sejak 10 Oktober.
Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger, menjelaskan bahwa potensi kesepakatan dagang antara Washington dan Beijing mengindikasikan berkurangnya kebutuhan pasar terhadap instrumen lindung nilai seperti emas. “Potensi kesepakatan dagang AS-Tiongkok menandakan berkurangnya kebutuhan akan aset safe haven seperti emas,” ujarnya.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Naik di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Ekspektasi The Fed
Logam mulia sebelumnya mencapai rekor tertinggi di US$ 4.381,21 per ons pada 20 Oktober. Namun, tren bullish tersebut terhenti setelah turun 3,2% pada pekan lalu, menyusul sinyal mencairnya hubungan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia itu.
Pada Minggu (26/10/2025), negosiator dari AS dan Tiongkok telah menyusun kerangka kesepakatan awal untuk menghentikan tarif impor tambahan Amerika serta menunda kebijakan kontrol ekspor logam tanah jarang dari Tiongkok. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan bertemu pada Kamis (30/10/2025) guna membahas detail lanjutan dari rencana perjanjian tersebut.
Mitra Pengelola CPM Group Jeffrey Christian menilai koreksi emas kali ini juga didorong aksi jual teknis setelah reli tajam sepanjang Oktober. “Emas mengalami penurunan lebih lanjut karena meredanya ketegangan perdagangan yang sebelumnya telah menaikkan harga dari US$ 3.800 menjadi US$ 4.400 hanya dalam 3 minggu,” ujarnya.
Fokus Pasar Beralih ke The Fed
Selain isu geopolitik, pelaku pasar kini menanti keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan pada Rabu (29/10/2025). Berdasarkan data CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang 97% bahwa bank sentral AS tersebut akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung menguat ketika suku bunga turun karena biaya peluang kepemilikannya menurun. Namun, sebagian analis mulai meragukan keberlanjutan reli besar yang terjadi sejak pertengahan tahun.
Baca Juga
Lembaga riset Capital Economics bahkan menurunkan proyeksi harga emas menjadi US$ 3.500 per ons untuk akhir 2026, dari sebelumnya US$ 3.800. “Kenaikan harga sebesar 25% sejak Agustus jauh lebih sulit dibenarkan dibandingkan pergerakan sebelumnya selama reli emas,” tulis lembaga itu dalam risetnya.
Tidak hanya emas, harga logam mulia lain juga terkoreksi tajam. Perak spot turun 4,8% menjadi US$ 46,28 per ons, platinum melemah 1,1% ke US$ 1.587,92 per ons, sementara paladium terkoreksi 2,6% menjadi US$ 1.391,34 per ons.

