'Upgrade' Lapangan Tua, Pertamina Terapkan Teknologi TTESP Bikin Produksi Minyak Naik 150%
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), sukses meningkatkan produktivitas lapangan minyak di Kalimantan Timur lewat penerapan teknologi through-tubing electric submersible pump (TTESP), pompa listrik berukuran ringkas yang dapat dioperasikan tanpa menggunakan rig. Inovasi ini mampu meningkatkan produksi minyak hingga 150% di area Southern Area Operation Wilayah Kerja (WK) Sanga Sanga.
Penerapan TTESP selama periode 2023 hingga kini mencatatkan lonjakan produksi signifikan. Rata-rata hasil per sumur yang sebelumnya 60 barel minyak per hari (barrel oil per day/BOPD) kini meningkat menjadi 150 BOPD. Teknologi ini diterapkan di beberapa lapangan utama PHSS, seperti Mutiara, Pamaguan, dan Beras.
Manager PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) Field Iva Kurnia Mahardi menegaskan bahwa inovasi teknologi menjadi strategi penting perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas, sejalan komitmen PT Pertamina (Persero) dan Subholding Upstream Pertamina untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Baca Juga
Semua Produk BBM Pertamina Lulus Uji Kualitas, 'Enggak' Ada Cerita RON Kurang
“Kami menerapkan inovasi dan teknologi sebagai langkah strategis dalam menahan laju penurunan produksi alamiah di lapangan migas yang sudah mature (tua), TTESP terbukti efektif meningkatkan stabilitas dan hasil produksi sumur hingga 150%,” ujar Iva dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).
Menurut Iva, penerapan teknologi ini juga membantu PHSS beradaptasi terhadap kompleksitas tantangan operasional di lapangan-lapangan berumur tua (mature field) yang umumnya memiliki reservoir multi-layer dan menggunakan sistem gas lift. Sistem tersebut sering kali menghadapi keterbatasan dalam menjaga stabilitas produksi akibat teknologi konvensional yang digunakan.
TTESP tidak hanya mendongkrak produktivitas tetapi juga efisiensi biaya. Waktu instalasi hanya membutuhkan 1 hari kerja, jauh lebih singkat dibanding metode konvensional yang memakan waktu dan biaya besar. Peningkatan produksi tersebut berkontribusi terhadap potensi tambahan pendapatan hingga US$ 32 juta dari efisiensi operasi dan peningkatan keandalan sistem.
Baca Juga
Pertamina Dorong Dekarbonisasi Aviasi Lewat 'Sustainable Aviation Fuel'
Inovasi yang Diakui Dunia
Keberhasilan implementasi TTESP mendapat pengakuan luas. Sejak 2023 hingga 2025, teknologi ini telah meraih lebih dari tujuh penghargaan nasional dan internasional, di antaranya UIIA Subholding Upstream Pertamina, APQA Pertamina, nominasi Penghargaan Efisiensi Energi Nasional ESDM, hingga Jury Prize dari China Association of Invention pada 2025.
Penerapan teknologi TTESP menjadi bukti nyata kemampuan PHSS dalam mengelola lapangan-lapangan migas mature secara adaptif dan inovatif. Inovasi ini juga diharapkan menjadi model bagi wilayah kerja migas lain untuk mendukung target pemerintah mencapai produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 BSCFD gas pada 2029–2030.

