Dua Tantangan Manufaktur Ini Bikin Menperin Tak Bisa Tidur
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa industri pengolahan nonmigas atau manufaktur selama dua tahun terakhir terus dipengaruhi oleh tantangan-tantangan eksternal maupun internal.
Agus Gumiwang menjelaskan, tantangan pertama yang masih melingkupi industri manufaktur Indonesia adalah maraknya produk impor yang membanjiri pasar domestik. Menurutnya, barang impor ilegal yang masuk secara ilegal, dan bahkan termasuk yang legal, ikut menggerus daya saing produk dalam negeri.
"Kedua, impor yang legal, ya dimana produk-produk kita agak kesulitan dalam menghadapi kompetitif atau kompetisi yang berasal atau datang dari negara lain. Jadi itu satu hal yang selalu saya pusing dan tidak bisa tidur malam hari," ucapnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Kemudian, politikus Partai Golkar ini menyebutkan, tantangan kedua sektor manufaktur adalah mengenai bahan baku yang dibutuhkan industri. Ia mengatakan, yang dibutuhkan oleh industri pengolahan adalah bahan baku yang memadai serta harga yang terjangkau atau kompetitif.
Baca Juga
Menperin: Industri Manufaktur RI Tumbuh 4,94% Selama 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Salah satu bahan baku yang disoroti oleh Menperin Agus dalam hal ini adalah mengenai pasokan harga gas bumi tertentu (HGBT). Pasalnya, ia mengatakan, gas bumi untuk industri bukan hanya dijadikan sebagai sumber energi, melainkan juga untuk bahan baku.
"Bukan hanya bahan baku, (dibutuhkan gas) dalam harga yang kompetitif, dengan jumlah atau kuantitas yang sesuai dengan yang diperlukan industri," ungkap Menperin Agus.
Lebih lanjut, Menperin Agus pun memastikan, pihaknya akan mencari jalan dan upaya untuk mengeluarkan sebuah kebijakan-kebijakan yang akan mempermudah pelaku industri dalam mendapatkan bahan baku yang sesuai kebutuhan dan harga terjangkau.
"Oleh sebab itu, kalau berkaitan dengan bahan baku, kami telah, sedang dan selalu akan mempermudah kebijakan-kebijakan agar para pelaku industri bisa mendapatkan bahan bakunya. Itu selalu akan kita, kita cari cara, cari jalan agar mereka bisa mendapatkan bahan baku sesuai dengan harga yang baik dan juga jumlah yang mereka perlukan," paparnya.

