Kilang Balongan Pertamina: "Muda", Kompleksitas Tertinggi, dan Jantung Energi Jabodetabek
Poin Penting
|
INDRAMAYU, Investortrust.id – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menyatakan, Kilang Refinery Unit (RU) VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat merupakan fasilitas pengolahan minyak paling kompleks yang dikelola Pertamina saat ini, dengan Nelson Complexity Index (NCI) sebesar 11,9, di antara lima kilang lainnya. Angka tersebut menggambarkan kemampuan kilang untuk menghasilkan lebih banyak produk bernilai tinggi dengan proses yang lebih efisien.
Dengan kapasitas produksi sebesar 150.000 barel per hari (150 MBSD), Kilang Balongan tergolong paling muda dibandingkan kilang-kilang lain milik Pertamina, seperti Plaju dan Kilang Dumai. Angka tersebut setara 14,2% dari total kapasitas nasional kilang Pertamina yang mencapai 1.056 MBSD.
Baca Juga
Semua Produk BBM Pertamina Lulus Uji Kualitas, 'Enggak' Ada Cerita RON Kurang
“Kilang yang termasuk ‘muda’ justru di sini, Balongan, dibangun pada 1990-an. Namun, sekarang usianya pun sudah lebih dari 30 tahun,” jelas General Manager Pertamina RU VI Balongan Yulianto Triwibowo saat menerima kunjungan awak media di Kilang Balongan, yang diikuti Investortrust.id, Jumat (17/10/2025).
Dia mengatakan, kilang-kilang Pertamina usianya sudah cukup tua. Yang paling tua ada di Plaju, berdiri sejak 1904, itu sudah ada sejak masa pergerakan nasional. Ada juga yang didirikan tahun 1950-an hingga 1970-an. Sementara Kilang Cilacap beroperasi sejak 1976, dengan kapasitas pengolahan mencapai 348.000 barel per hari dengan NCI 7,4. "Kami menjaga semua itu dengan ketat demi keselamatan bersama. Bapak-Ibu tentu tahu," kata dia.
Kilang Balongan yang berdiri di atas lahan 250 hektare ini mengoperasikan lebih dari 70 tangki bahan baku dan produk. Karena itu, penerapan standar keselamatan dan keamanan di area kilang sangat ketat dan tidak bisa ditawar.
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), anak usaha PT Pertamina (Persero), terus memperkuat jaringan kilang nasional yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Enam unit kilang Pertamina kini menjadi tulang punggung pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, dengan total kapasitas pengolahan mencapai 1,056 juta barel per hari (MBPOD).
Baca Juga
Pertamina Rampungkan 11 Proyek Kilang Strategis untuk Dongkrak Produksi BBM dan 'Biofuel'
Enam kilang utama yang dikelola PT Kilang Pertamina Internasional, meliputi RU II Dumai, RU III Plaju, RU IV Cilacap, RU V Balikpapan, RU VI Balongan, dan RU VII Kasim.
Setiap kilang memiliki karakteristik dan spesialisasi berbeda. Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur dengan kapasitas 360 ribu barel per hari. Sementara itu, Dumai di Riau memproses 170 ribu barel per hari, Plaju di Sumatra Selatan sebesar 126 ribu barel per hari, dan Kasim di Papua Barat menjadi yang terkecil dengan kapasitas 10 ribu barel per hari.
Kilang-kilang tersebut memproduksi berbagai jenis BBM dan produk petrokimia bernilai tinggi, seperti Pertalite, Pertamax, Solar, Dexlite, Avtur, serta produk industri seperti MFO Low Sulfur, Paraxylene, dan Benzene.
Disiplin Keselamatan Tak Bisa Dinegosiasi
Dia mengatakan, pihaknya berkomitmen menjaga aspek health, safety, security, and environment (HSSE) secara ketat dalam setiap operasi. “Kami menjaga semua itu dengan ketat demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Penerapan disiplin keselamatan di kilang dilakukan secara menyeluruh untuk menjamin keamanan pekerja dan lingkungan sekitar. “Seperti yang tadi Bapak-Ibu lihat saat memasuki area kilang, banyak aturan keselamatan yang harus dipatuhi, harus memakai coverall, sepatu safety dari besi, pakaian antistatik, dan tidak boleh membawa hand phone, rokok, atau korek api,” terang Yulianto.
Baca Juga
Semua itu wajib karena di area kilang terdapat banyak bahan bakar dan sumber api yang sangat sensitif.
Ia menambahkan, penerapan protokol keselamatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus profesional seluruh pekerja di lingkungan KPI. “Kami memperlakukan kilang ini seperti nenek kami sendiri. Kalau nenek mau duduk, tentu harus dipapah dulu, disiapkan kursinya, dan dipastikan beliau nyaman. Begitu pula kami memperlakukan kilang, penuh kehati-hatian, kasih sayang, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Yulianto menegaskan, KPI terus melakukan improvement dan inovasi untuk menjaga keandalan operasional kilang di tengah tantangan industri migas yang semakin kompleks. “Semua itu kami lakukan agar Pertamina tetap menjadi kebanggaan Indonesia. Walaupun banyak tantangan, kami tetap bekerja dengan tenang dan fokus, karena kami percaya semangat kebersamaan yang kami miliki akan membuat Pertamina semakin baik ke depannya,” tutupnya.
Baca Juga
Selain melalui jalur pipa, Kilang Balongan juga menyalurkan BBM ke berbagai wilayah menggunakan kapal untuk memastikan pasokan energi nasional tetap aman dan terdistribusi secara efisien.
Kilang Balongan menjadi salah satu aset vital nasional yang menopang pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat.

