Nuon dan Playup Luncurkan Gerakan Harmoni Nusantara, Dorong Musisi Lokal dan Penggunaan Musik Legal
JAKARTA, investortrust.id – Nuon Digital Indonesia (Nuon), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), bersama Playup melalui layanan Playup by Langit Musik, resmi meluncurkan Gerakan Harmoni Nusantara bertema “Yogyakarta untuk Indonesia dan Dunia”. Program ini merupakan kolaborasi antara Playup by Langit Musik dan Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas, dengan dukungan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, sebagai langkah nyata untuk mendukung musisi lokal serta mendorong penggunaan musik secara legal di ruang publik.
Gerakan Harmoni Nusantara menjadi wadah bagi musisi daerah untuk meningkatkan, mengembangkan, dan mendistribusikan karya ke platform digital. Melalui kapabilitas Nuon, karya musisi dapat menjangkau berbagai Digital Streaming Platform (DSP) dan layanan Nada Sambung Pribadi (NSP), sehingga peluang eksposur dan monetisasi semakin terbuka. Inisiatif ini juga memberikan ruang edukasi, pengakuan, serta penghargaan bagi musisi untuk memperluas akses pendengar, memperkaya ekosistem musik nasional, dan memperkuat nilai budaya lokal.
Baca Juga
Nuon Raih Dua Penghargaan di Asia-Pacific Broadcasting+ Awards 2025
CEO Nuon, Aris Sudewo, menegaskan pentingnya menjaga karya musik lokal sekaligus membuka akses lebih luas bagi musisi dalam negeri. “Harmoni Nusantara adalah bukti bahwa musik bukan hanya hiburan, melainkan aset intelektual yang harus dijaga. Nuon melalui Langit Musik berkomitmen membawa karya musisi lokal ke ranah digital agar bisa dinikmati masyarakat luas sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi penciptanya,” ujarnya.
CEO Playup, Pascal Lasmana, menyoroti pentingnya legalitas pemanfaatan musik di ruang publik yang masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha. “Dengan Playup, kami ingin menjawab keresahan pelaku usaha terkait penggunaan musik. Layanan ini memastikan musik di ruang publik dapat digunakan secara legal dan transparan, bahkan membuka peluang pendapatan baru melalui audio ads,” jelasnya.
Ketua Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas, Acep Somantri, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung gerakan ini. “Gerakan ini menjadi contoh bagaimana sinergi antara industri, akademisi, komunitas, dan pelaku kreatif dapat membawa Yogyakarta semakin maju. Dengan semangat ini, kita bisa membangun ekosistem musik yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi yang menilai gerakan ini sebagai langkah penting bagi pelestarian budaya dan kemajuan musisi lokal. “Melalui Harmoni Nusantara, kita bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya musisi lokal, agar mereka bisa berkembang dan berkontribusi bagi Indonesia dan dunia,” ujarnya.
Baca Juga
Nuon Perkuat Ekosistem Kreatif Nasional, Hadirkan Arah Baru Industri Hiburan Digital Indonesia
Acara peluncuran di Yogyakarta turut menghadirkan diskusi bersama musisi Pongki Barata, perwakilan Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas Anis Ilahi Wahdati, CEO Playup Pascal Lasmana, CEO Nuon Aris Sudewo, serta VP Digital Music Nuon Adib Hidayat. Diskusi tersebut membahas implementasi UU Hak Cipta, sistem royalti yang adil, serta peran teknologi dalam menciptakan transparansi data bagi industri musik.
Isu terkait UU Hak Cipta dan royalti sering menjadi perhatian pelaku usaha. Padahal, kafe, restoran, hotel, dan tempat komersial lainnya dapat memperoleh banyak manfaat dari pemutaran musik secara legal—mulai dari menghadirkan suasana yang lebih hidup hingga mendukung pertumbuhan industri musik nasional.
Menjawab kebutuhan tersebut, Playup by Langit Musik hadir sebagai solusi inovatif yang memungkinkan pelaku usaha memutar musik berlisensi, legal, dan terkurasi. Layanan ini tidak hanya memberikan ketenangan bagi bisnis, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan kepada musisi Indonesia.

