Ekspor Tumbuh 7,7%, Mendag Soroti Peran Perdagangan Usai Proyeksi IMF Naik
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menanggapi revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis Dana Moneter Internasional (IMF). Dalam laporan terbarunya, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 4,9% pada tahun 2025 dan 2026, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,8% yang tercantum dalam laporan World Economic Outlook edisi Juli 2025.
Mendag Budi menyambut positif proyeksi tersebut dan menekankan pentingnya sektor perdagangan, khususnya ekspor, sebagai motor penggerak utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam pernyataannya saat menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (7/10/2025), ia menyatakan bahwa ekspor Indonesia saat ini menunjukkan tren yang terus meningkat dan perlu terus dikembangkan.
"Ekspor kita harus bisa memberikan kontribusi ya terhadap pertumbuhan ekonomi. Ekspor kita terus kita kembangkan," ujar Mendag Budi.
Budi mengungkapkan bahwa kinerja ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Agustus 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 7,7%. Pertumbuhan ini juga diiringi dengan pencapaian surplus neraca perdagangan yang signifikan. Dalam periode yang sama, surplus perdagangan Indonesia meningkat 53,3%, dari US$ 19 miliar menjadi US$ 29 miliar. Capaian ini sekaligus memperpanjang rekor surplus neraca perdagangan selama 64 bulan berturut-turut.
Baca Juga
Temui Buyer India di TEI 2025, Mendag Rayu Pengusaha Investasi di Sektor Manufaktur RI
“Karena sekarang aja kan pertumbuhannya sudah 7,7% ya, Januari (sampai) Agustus. Kemudian surplus kita itu dari periode yang sama ya, Januari–Agustus itu naik 53,3% kan dari US$ 19 miliar menjadi US$ 29 miliar surplusnya,” jelasnya.
Dalam laporan IMF yang dirilis belum lama ini, disebutkan bahwa proyeksi pertumbuhan tersebut didasarkan pada anggaran terbaru dan dilakukan dengan ekstrapolasi menggunakan PDB nominal yang diperkirakan. IMF juga mempertimbangkan kebijakan pengeluaran dan pendapatan pemerintah dalam jangka menengah sebagai bagian dari proyeksi ini. Selain itu, IMF turut mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3% menjadi 3,2%, yang mencerminkan tantangan sekaligus peluang dalam perekonomian internasional.
Dengan perkembangan tersebut, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perdagangan, berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan ekspor sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas dan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja ekspor yang solid, didukung kebijakan perdagangan yang adaptif dan strategis, menjadi fondasi penting dalam mewujudkan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan inklusif di masa mendatang.

