Dirut BRI Sebut Potensi Transaksi Emas Digital Capai Rp 75 Triliun di Akhir 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi menyebutkan bahwa kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu pasar emas yang paling kuat, khususnya Indonesia. Hal tersebut diungkapkannya berdasarkan data World Gold Council.
Menurut Hery, investasi emas di Indonesia hingga saat ini sudah menguasai lebih dari 50% investasi masyarakat dan penduduk Indonesia. Bahkan, ia memperkirakan jumlah transaksi emas nasional pada akhir 2025 dapat mencapai Rp 70 triliun- Rp 75 triliun.
"Menurut perkiraan, di akhir tahun 2025 ini, nanti, itu diperkirakan transaksi emas digital nasional itu akan mencapai angka antara Rp 70 triliun sampai Rp 75 triliun," ucap Hery dalam peluncuran aplikasi Tring Pegadaian di Gade Tower, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Menurut Hery, investasi emas di Indonesia hingga saat ini sudah menguasai lebih dari 50% investasi masyarakat dan penduduk Indonesia. Bahkan, ia memperkirakan jumlah transaksi emas nasional pada akhir 2025 dapat mencapai Rp 70 triliun- Rp 75 triliun.
"Menurut perkiraan, di akhir tahun 2025 ini, nanti, itu diperkirakan transaksi emas digital nasional itu akan mencapai angka antara Rp 70 triliun sampai Rp 75 triliun," ucap Hery dalam peluncuran aplikasi Tring Pegadaian di Gade Tower, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Oleh sebab itu, Hery menyambut baik dengan adanya peluncuran aplikasi Tring oleh Pegadaian tersebut. Pasalnya, ia mengatakan dalam satu aplikasi terdapat berbagai fasilitas dan layanan, seperti transaksi beli emas, jual emas, gadai emas ya, menabung emas, hingga deposito emas.
"Peluncuran aplikasi digital oleh pegadaian yang masuk ke fase baru ini, ini merupakan salah satu terobosan dalam hal transformasi layanan keuangan berbasis emas di Indonesia.
Lebih lanjut, Hery juga turut memaparkan keunggulan dari aplikasi Tring yang baru saja diluncurkan, seperti di antaranya terdapat seamless portfolio management, dimana nasabah dapat melakukan onboarding, transaksi, dan juga monitoring portofolio, portofolio emas yang dimiliki dengan cepat dan mudah.
"Serta dapat melakukan simulasi investasi, membeli setengah gram, satu gram dan kelihatan di sana, dan juga ada rekam jejak historis transaksi, dan nilai buyback dengan lebih mudah. Saya rasa dengan inovasi ini, Pegadaian bukan sekadar mengikuti tren digital, tapi juga menetapkan standar baru dalam layanan keuangan berbasis emas di Indonesia," terangnya.

