Anggaran MBG Terserap Rp 21,64 Triliun dalam 9 Bulan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Gizi Nasional mengeklaim bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyerap anggaran Rp 21,64 triliun. Jumlah ini setara 30,47% bila dibandingkan ‘jatah’ MBG tahun ini yang dialokasikan sebesar Rp 71 triliun.
“Hari ini sudah (terserap) Rp 21,64 triliun. Jadi sudah mencapai 34% untuk secara keseluruhan. Tetapi untuk bantuan pemerintah makan bergizinya kurang lebih Rp 18,63 triliun. Itu sudah mencapai 37% jadi sudah 37% penerima manfaat makan bergizi dalam waktu 9 bulan,” jelas Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana usai bertemu Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Usai rapat, kedua lembaga menggelar konferensi pers di Kantor DEN. Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan pun meyakinkan bahwa penyerapan anggaran MBG telah membaik.
“Sehingga menteri keuangan nanti tidak perlu ambil-ambil anggaran yang tidak terserap, tadi saya bicarakan dengan Pak Dadan. Karena itu cost of fund juga. Jadi jangan sampai ada dana yang dialokasikan tidak diserap,” ujar Luhut.
Penasihat Khusus Presiden urusan Investasi itu juga memandang, anggaran MBG akan terserap dengan baik sehingga menggerakan ekonomi masyarakat. Karena pada dasarnya, seperti pesan Menteri Keuangan Purbaya, perputaran uang di masyarakat akan menggerakan ekonomi negara.
Baca Juga
Sempat Kehilangan Pekerjaan, Junaedi Kembali Jadi Koki Berkat Program MBG
Siang tadi, DEN dan BGN melakukan koordinasi data yang ada di kedua lembaga. Luhut mengaku puas dengan hasil sinkronisasi data yang sudah dilakukan.
“Jadi tentu masih ada sana sini yang kurang namun menurut kami sudah makin akurat. Ini kan baru sembilan bulan,” imbuhnya.
Dia berpesan agar masyarakat jangan buru-buru mengkritik karena program ini dipercaya dapat membangun simpul-simpul ekonomi baru. BGN mencontohkan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG dapat mengangkat bisnis pemasok telor, pisang, ikan, hingga sayur
“Tadi dari data yang kelihatan hampir tidak ada kekurangan. Jadi sekarang dipercepat, untuk tadi proses misalnya. Orang menciptakan peternakan ayam menghasilkan ayam, telor, dan pisang. Jadi konsisten. Kami tekankan, pemda akan lebih banyak diikut(serta)kan oleh Pak Dadan,” sambungnya.

