Soal BBM Kosong, ESDM Instruksikan Pertamina dan SPBU Swasta Percepat Negosiasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta kepada PT Pertamina (Persero) dan SPBU swasta, seperti Shell, Vivo, BP-AKR, dan Vivo untuk mempercepat negosiasi. Hal ini dimaksudkan agar BBM di SPBU swasta bisa tersedia kembali.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyebutkan, SPBU swasta sebetulnya sudah setuju untuk mengimpor BBM melalui Pertamina. Namun, masih belum tercapai kesepakatan antara Pertamina dengan SPBU swasta dalam negosiasi business-to-business (B2B).
Baca Juga
ESDM Sebut 4 SPBU Swasta Sudah Sepakat Beli BBM Lewat Pertamina
“Kita percepat dahulu negosiasinya, kan sebenarnya negosiasi dengan Pertamina ini belum final. Masih berjalan. Jadi itu kita lakukan,” kata Laode Sulaeman saat ditemui di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Sebelum ini, BP dan Vivo sebenarnya telah sepakat untuk membeli base fuel BBM yang diimpor melalui Pertamina dan barangnya sudah tiba di Tanah Air. Namun, setelah dilakukan pengecekan, mereka mendapati temuan etanol sekitar 3,5% pada hasil uji lab base fuel yang diimpor oleh Pertamina.
Karena faktor ini, sebanyak 100.000 barel BBM yang sudah diimpor oleh Pertamina pun tidak jadi diserap oleh para SPBU swasta karena kadar etanol tersebut dinilai terlalu tinggi. Pertamina optimistis SPBU swasta mau bernegosiasi dengan Pertamina untuk kargo selanjutnya.
Baca Juga
Enam Agenda Transformasi SDM yang Harus Dijalankan Indonesia
“Pertamina, ESDM, SPBU swasta, mempercepat proses-proses untuk bisa mengadakan hal tersebut. Nah sekarang kan sudah ada dua kargo tuh. Katakanlah satu kargo ini masih tidak sesuai. Nah kargo kedua kita tunggu seperti apa sebelum kita putuskan langkah dan opsi berikutnya,” ujar Laode.

