Merauke Bakal Punya Bandara dan Pelabuhan Baru untuk Dukung Swasembada Pangan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan pembangunan bandara dan pelabuhan baru di Merauke, Papua Selatan, untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjelaskan, bandara baru diperlukan karena bandara yang ada saat ini dimiliki pihak swasta dan lokasinya kurang memadai. Menurutnya, kondisi area rawa di sekitar bandara lama dinilai menyulitkan proses pengembangan ke depannya.
“Bandara baru akan dibangun karena bandara yang sudah ada itu kebetulan milik swasta, dan lokasinya ada rawanya,” kata Dudy di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Baca Juga
Sistem 'Check in' Bandara di Eropa Diretas, Ratusan Penerbangan Terganggu
Bandara baru tersebut dirancang dengan panjang landasan yang mampu melayani pendaratan pesawat berukuran besar (narrow body). Hal ini dinilai penting untuk mendukung distribusi pangan dari kawasan food estate Merauke.
“Bandara yang ada sekarang panjangnya kurang memadai untuk jenis pesawat besar, karena itu dibangun baru, dengan lokasi yang lebih sesuai dengan kontur tanah,” jelas Dudy.
Dudy menuturkan pembangunan fisik bandara diperkirakan dimulai pada 2026. Saat ini pemerintah masih menyiapkan aspek teknis dan administrasi mengingat 2025 sudah memasuki kuartal akhir.
“Bandara segera mungkin kita bangun. Biasanya memang memakan waktu, tetapi kita upayakan maksimal agar bisa segera. Mungkin tahun depan baru mulai karena sekarang sudah akhir tahun,” ungkap dia.
Selain bandara, pemerintah juga menyiapkan pembangunan pelabuhan baru di wilayah yang sama. Infrastruktur pelabuhan dianggap strategis untuk mendukung jalur distribusi pangan melalui transportasi laut.
Baca Juga
Stasiun KA di Sulawesi Selatan Bakal Diintegrasikan dengan Pelabuhan dan Terminal
Pembangunan pelabuhan telah diinisiasi oleh PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan selanjutnya akan diteruskan oleh Kemenhub. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.
“Kalau pelabuhan itu sudah dimulai, inisiasi oleh Agrinas. Nanti kemudian akan dilanjutkan oleh kementerian,” pungkas Dudy.

