"Upgrade" Besar! Kilang Balongan Pertamina Punya 4 Tangki Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Kilang Pertamina Internasional (KPI), subholding refinery dan petrochemical PT Pertamina (Persero), menyelesaikan pembangunan empat tangki baru di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat.
Setiap tangki berkapasitas 29.000 m³ dan sudah mulai digunakan pada pertengahan 2025. Proyek ini diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional dengan meningkatkan fleksibilitas manajemen inventori bahan bakar minyak (BBM) dan produk non-BBM.
Pjs Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional (KPI) Milla Suciyani menjelaskan penyelesaian proyek tangki baru merupakan bagian penting dari upaya perusahaan menjaga keandalan kilang.
Baca Juga
Pertamina Pastikan 70% Kebutuhan BBM Dipenuhi Produksi Kilang Domestik
"Selain proses pengolahan minyak mentah menjadi produk BBM dan non-BBM, hal lain yang juga tak kalah pentingnya dalam operasional kilang adalah manajemen inventori, baik terkait bahan bakunya, juga produk yang dihasilkan," kata Milla dalam keterangannya, Senin (29/9/2025).
Dengan tambahan empat tangki ini, Kilang Balongan memiliki kemampuan penyimpanan lebih baik dan dapat mengatur pasokan sesuai fluktuasi kebutuhan pasar. Hingga saat ini, kilang tersebut mengoperasikan lebih dari 70 tangki bahan baku dan produk.
Kilang strategis untuk pasokan Jawa-Bali
Kilang Balongan memegang peran strategis dalam memasok BBM untuk Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat. Distribusi dilakukan melalui jaringan pipa dan jalur laut menggunakan kapal tanker. Milla menegaskan Kilang Balongan merupakan fasilitas paling kompleks yang dikelola Pertamina dengan Nelson Complexity Index (NCI) sebesar 11,9.
"NCI menggambarkan kompleksitas kilang. Semakin tinggi nilai NCI, maka kilang tersebut menghasilkan lebih banyak produk berkualitas tinggi dan proses produksi lebih efisien," ujarnya.
Baca Juga
'Oversupply' Bikin Kilang Minyak di Sejumlah Negara Tutup, Pertamina Wanti-wanti Risiko
Pembangunan tangki dimulai pada Agustus 2023 dan telah mencatatkan lebih dari 1 juta jam kerja aman hingga 30 Juni 2025. Seluruh tenaga kerja yang terlibat adalah tenaga kerja dalam negeri. "Pekerjaan pembangunan tangki ini juga menjadi salah satu kebanggaan KPI, karena mencatatkan pencapaian jam kerja selamat dari awal hingga 30 Juni 2025 di atas 1 juta jam kerja aman," kata Milla.
KPI juga meningkatkan penggunaan produk dalam negeri hingga 58% dari target awal 56%. "Kami yakin, produk dalam negeri memiliki kualitas yang memadai dalam industri migas. Ini merupakan salah satu cara KPI memberikan efek multiplier kepada banyak pihak," tutupnya.

