Geopolitik Panas, Emas Jadi Primadona Investor
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Harga emas bertahan mendekati rekor tertinggi pada Rabu (25/9/2025), seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dan ketidakpastian geopolitik yang terus memicu permintaan aset safe haven.
Harga emas spot diperdagangkan stabil di US$ 3.762,73 per ons pada pukul 11.03 GMT atau Kamis (25/9/2025) pukul 04.00 WIB hanya sedikit di bawah rekor tertinggi US$ 3.790,82 yang tercapai sehari sebelumnya. Sementara itu, harga emas berjangka AS pengiriman Desember turun tipis 0,5% menjadi US$ 3.795,80.
Indeks dolar AS naik sekitar 0,5%, membuat harga emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Meski demikian, minat investor tetap tinggi.
Baca Juga
Minat Investasi Emas Melonjak, BSI Dorong Kepemilikan Lewat Program Cicil Emas
Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, reli harga emas ditopang prospek biaya pendanaan AS yang lebih rendah, kekhawatiran valuasi ekuitas yang terlalu tinggi, independensi bank sentral, serta risiko geopolitik yang meningkat.
Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral akan tetap menyeimbangkan risiko pelemahan pasar tenaga kerja dengan ancaman inflasi. Pernyataan ini memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lanjutan.
Pelaku pasar kini menantikan rilis indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (price consumer expenditure/PCE) AS pada Jumat (27/9/2025) yang menjadi indikator inflasi favorit The Fed. Hasil data ini akan menjadi petunjuk penting mengenai arah suku bunga selanjutnya.
Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar memperkirakan dua kali lagi pemotongan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada Oktober dan Desember, dengan probabilitas masing-masing 94% dan 77%.
Baca Juga
Generasi Emas Ambil Peran, IIGCE 2025 Jadi Panggung Masa Depan Energi Bersih
Geopolitik dukung permintaan
Di tengah ketidakpastian global, NATO memperingatkan Rusia bahwa mereka siap menggunakan “semua alat militer dan non-militer” untuk mempertahankan diri. Presiden AS Donald Trump juga mempertegas dukungannya terhadap Ukraina. Dia menyatakan bahwa negara tersebut berhak merebut kembali seluruh wilayah yang diduduki Rusia.
Analis senior ActivTrades Ricardo Evangelista memperkirakan harga emas akan bertahan di atas US$ 3.750 dalam jangka pendek dan berpotensi menguji level resistensi baru di sekitar US$ 3.900 jika ketegangan geopolitik terus berlanjut.
“Dengan turbulensi geopolitik dan ekspektasi sikap dovish The Fed, emas cenderung mempertahankan momentum penguatan,” ujar Evangelista.

