Pertamina Geothermal (PGEO) Gandeng Toyota, Kembangkan Hidrogen Hijau
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) bersama PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menandatangani joint declaration terkait pengembangan ekosistem green hydrogen di Indonesia.
Kolaborasi itu jadi bagian dari upaya kedua perusahaan dalam mendorong transisi energi bersih, sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.
Melalui kerja sama ini, PGE dan TMMIN akan menjajaki potensi pemanfaatan green hydrogen yang dihasilkan dari energi panas bumi, termasuk untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik berbasis hidrogen di masa mendatang.
Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Julfi Hadi menjelaskan, pengembangan green hydrogen merupakan salah satu strategi beyond electricity yang dijalankan perusahaan. Inisiatif ini mengoptimalkan pemanfaatan panas bumi untuk mendorong industri hijau sekaligus menghadirkan produk turunan yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Meskipun aspek keekonomian masih menjadi tantangan, kami optimistis bahwa penciptaan ekosistem yang tepat serta model bisnis yang aplikatif, green hydrogen dapat menjadi solusi praktik energi bersih di Indonesia,” terang Julfi secara tertulis, Selasa (23/9/2025).
Melalui kemitraan tersebut, PGEO berharap dapat meletakkan dasar yang kokoh bagi ekosistem hidrogen hijau di Indonesia. Sebab, hal ini tidak hanya mendukung target dekarbonisasi nasional, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.
Penandatangan joint declaration tersebut diwakili oleh Direktur Teknik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Widjanarko. Kerja sama ini merupakan upaya untuk mendorong diversifikasi ketahanan energi di masa yang akan datang dengan mencari sumber-sumber energi baru terbarukan, salah satunya panas bumi.
Baca Juga
Toyota Perkuat Industri Otomotif Nasional, Libatkan 350 Ribu Tenaga Kerja Lokal
Menurut Julfi, tantangan Indonesia di masa yang akan datang adalah menghadirkan berbagai macam pilihan sumber energi. Antara lain, dari sumber energi yang terjangkau hingga sumber energi premium dengan emisi yang rendah dan bersih, serta menggunakan sumber daya dalam negeri.
Kerja sama kedua pihak telah dilakukan pada berbagai sektor. Bukan hanya pada studi pengembangan sumber energi baru terbarukan, namun juga pengembangan pelumas dan biodiesel yang saat ini menjadi tulang punggung hilirisasi industri sawit di Indonesia.
Demikian juga dengan pengembangan bioetanol yang dapat menjadi salah satu pilihan energi alternatif dengan manfaat yang dapat dirasakan dalam waktu singkat. Pada awal September 2025, PGE meluncurkan Pilot Project Green Hydrogen Ulubelu. Inisiatif ini memanfaatkan panas bumi sebagai sumber energi terbarukan yang dipadukan dengan teknologi elektrolisis hemat energi.
Selain menjadi sarana produksi, fasilitas ini juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran teknologi, uji kelayakan komersial, serta studi pasar untuk memetakan potensi permintaan di fase selanjutnya.

